Tampilkan postingan dengan label dan's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan's. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 November 2017

SALAH

SALAH 

Hasil gambar untuk WRONG

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Salah/sa·lah/ a 1 tidak benar; tidak betul (https://kbbi.web.id/salah). Pastinya yang kita tahu salah adalah hal yang tidak boleh kita lakukan entah itu dalam perbuatan, perkataan ataupun kebijakan. Dalam hal ini saya memiliki cerita yang amat biasa dalam kehidupan karena menurut saya ini salah dan saya menulis judul cerita ini dengan Judul Salah. Cerita ini bermula dari teman yang menceritakan kehidupannya yang menurut saya benar-benar biasa gak ada yang istimewa tetapi menjadi menarik karena saya kenal dengan objek atau pelakunya. teman saya ini bekerja di suatu perusahaan yang tidak terkenal sebut saja perusahaan X. Biasanya setiap perusahaan memiliki karyawan dan karyawati yang masih muda, cantik dan ganteng. Kalau untuk cantik dan ganteng itu sangatlah relatif menurut saya. Teman saya ini masihlah bujang belum menikah tetapi dengan garis bawah bujang itu belum tentu perjaka yaa. Memang sudah ditakdirkan kalu teman saya ini belum menikah lantaran masih menunggu adiknya selesai kuliah terlebih dahulu padahal yang saya dengar pacarnya sudah merong-rong minta dinikahi. yaaa namanya juga wanita. mereka sudah pacaran selama 3 tahun dan menurut saya itu wajar sang wanita merong-rong minta nikah karena mereka sudah berumur 28 Th, Kok. Teman saya ini benar-benar sok play boy padahal saya tahu banget dia ini tidak punya bibit menjadui play boy. hanya saja memang dulu dia pernah disakiti mantan pacarnya yaa jadinya sok mau balas dendam tapi bukan ke mantan pacarnya. Nah kembali ke topik pembahasan teman saya ini gak taunya diam-diam suka dengan karyawan yang ada di perusahaannya karena cantik dan yaa itu relatif. itu menurut saya sudah salah karena rasa suka itu adalah bibit dan jika bibit itu selalu diberi pupuk lama-lama menjadi pohon berakar kuat dan tumbuh besar. Lama kelamaan dia bercerita kalau setiap hari sang perempuan selalu dia godain. Teman saya bilang begini "Tadinya mah ce, doi nolak gua mulu bilangnya gua nggak ngaca lah, gak tau diri lah dll gtu" . Dari situ saya sudah bilang kalau dia itu salah karena dia cerita bahwa sang perempuan sudah memiliki pacar tapi teman saya malah bilang kalau itu menarik dan semakin menarik. menurut saya dia itu terobsei dengan wanita itu. Pacar teman saya belum tau kalau kelakuan pacarnya seperti itu dan saya diam saja karena sudah saya beritahu. Suatu ketika sang perempuan itu ada masalah dengan pacarnya dan akhirnya memutuskan untuk berpisah. Hal ini menbuah teman saya menjadi lebih gila dan akhirnya terjadilah dualisme cinta antara teman saya dengan pacar lamanya dan pacar barunya di kantor. Jika saya perhatikan teman saya itu cintanya hanya dengan pacar lamanya dan nafsunya dengan pacar barunya. Gila gak tuh. sudahlah nasi sudah menjadi bubur hubungan mereka sudah teramat jauh sangking jauhnya sulit dikatakan dengan kata-kata. hahaha lebay lah. Tahun depan taman saya dan pacar lamanya ingin melaksanakan pernikahan dan sesungguhnya pacar baru teman saya itu tahu bahwa pacar barunya sudah memiliki pacar tetapi hal itu tak masalah baginya. Tambah salah gak tuh. Memang sih teman saya itu orang yang baik terhadap wanita apalagi wanita yang dia inginkan kalau bisa pulau di beli buat dia. Hal seperti ini masih berlanjut sampai sekarang saya pun tak tahu bagaimana kelanjutannya. Padahal diawal saya bilang cerita ini biasa tetapi menjadi menarik saat saya tahu pelakunya. kesimpulannya wanita itu di uji saat tidak memiliki uang dan pria di uji saat memiliki uang. jadi tetaplah bersyukur atas apa yang telah kita punya dan terima. 

Wasssalam 

Kamis, 22 Desember 2016

Terima Kasih Ayah 
           Cerita ini berawal dari sebuah pertemuan singkat dengan teman dekatku. Aku bertemu dengannya pada malam hari sewaktu pulang kerja dan memang sudah ada janji bertemu dengannya sebelumnya. sebenarnya jika aku bertemu dengannya sangatlah jarang dikarenakan masing-masing dari kita memiliki kesibukan sendiri. Temanku yang ini memang benar-benar istimewa kenapa aku bilang istimewa karena temanku ini bukan teman biasa menurutku Dia benar-benar luar biasa dan aku sangat menyukainya meskipun tak aku ungkapkan. 
           Aku mengajaknya makan malam sambil berbincang-bincang dia memiliki satu cerita yang membuat Aku merasa tertarik untuk mendengarnya. Dia bercerita bahwa suatu hari lalu ada temannya yang berduka atas kematian suaminya. Jauh sebelum suaminya meninggal, istrinya pernah bercerita kalau "saja aku meninggal lebih dulu maukah kau memandikan jenazahku ayah". Sang istri bertanya kepada suaminya dan suaminya menjawab "kamu kenapa ngomongnya begitu". "Ga pa pa cuma mau tanya aja. Tapi, kamu jawab yah" Jawab sang Istri. Sang suami menjawab "gak perlu kamu tanya, itu sudah menjadi kewajibanku". Sang istri sangat puas dengan jawaban sang suami sehinga waktu terus berlalu dan dalam perjalanan rumah tangganya mereka dikaruniai 2 orang anak. Tak disangka beberapa tahun setelah mereka dikarunia anak ke 2 suaminya meninggal dunia dikarenakan kecelakaan pesawat. Sempat sang istri tak percaya kalau sang suami telah tiada pekerjaan sang suami adalah polisi tetapi saat kejadian memang sang suami tidak menceritakan kalau dia ingin pergi untuk bertugas disana hanya ingin dines luar saja. Sang istri yang mengetahui bahwa sang suami telah tiada sungguh sangat tak percaya. Beberapakali sang istri jatuh pingsan dan anak-anak mereka yang masih kecil belum tahu apa-apa dan hanya terdiam saja. Saat jenazah sang suami ingin dimandikan sang istri lalu berkata kepada pak ustad kalau dia ingin memandikan jenazah sang suami. Pak ustad pun bertanya "Apa ibu tegar untuk memandikan jenazah suami ibu". Jawab sang istri "Iya pak. saya siap untuk memandikan jenazah suami saya". Dengan sedikit menetaskan air mata sang istri berbicara "ayah seharusnya eangkau yang memandikan jenazahku bukan seperti ini". Perlahan sang istri membasuh bagian wajah dengan mengucapkan "Terima kasih ayah selalu memberikan senyum diwajahmu kepada keluargamu meskipun aku tahu bahwa kau sangat lelah sepulang kerja". Perlahan sang istri membasuh tangan sang suami dan berkata"Terima kasih ayah dengan tangan ini engkau memberikan riski kepada keluargamu". Terakhir sang istri membasuh badan dan bagian kaki suaminya dengan berkata "Terima kasih ayah dengan kaki ini engkau rela berlari-lari untuk mengejar impian keluargamu. Dan Penghormatan terakhir sang istri kepada suaminya adalah ucapan "Terima Kasih atas keikhlasanmu selama ini dan aku akan menjaga dan merawat Anak-anak kita". 
           Cerita temanku benar-benar membuat saya sedih dan terharu hingga tak sadar mata ini berkaca-kaca karena ketegaran seorang istri dan keikhlasan seorang suami. Saya juga mendengar kalau sang istri dan anak-anaknya kembali ke kampung halaman dan akan menetap disana untuk waktu yang lama.      

Jumat, 02 Desember 2016

1/12/2016

Rapat Perpustakaan 

Hal : 1. Keamanan Perpus 
         2. Kegiatan Program Perencanaan MKP 

1. Keamanan Perpus

Masalah : Pada saat kebersamaan unit perpus 'trip dieng' otomatis perpus tutup tetapi pintu tidak dikunci oleh OB maka ada dosen yang meminjam buku dengan sengaja tidak melapor dan mengambil sendiri buku di rak lt. 6 saat buku dikembalikan barulah petugas menyadari bahwa buku dipinjam tanpa prosedur perpus.

Solusi : Kunci perpus di pegang oleh Petugas perpus. Setiap pulang dan pergi perpus harus dikunci maksimal mengkunci perpus saat pulang setenngah jam sesudah tutup. 

2. Kegiatan Program Perencanaan MKP 

Dalam kegiatan perpus ada beberapa forum internal yang ingin berkolaborasi seperti UKM AL-FARUQ, Sahabat Baca. dikarenakan anggaran tidak terlalu banyak maka diputuskan untuk mengangkat program Bedah buku dan Seminar Nasional/Regional dalam satu rangkaian acara. 

Tambahan Dalam Rapat : Perpustakaan berencana ingin mengganti sistem perpus. Perubahan sistem perpus ingin mengembangkan repositori dan memisahkan konten lokal dan sistem sirkulasi dan pengadaan akan terpisah dengan OPAC. Kedepannya Sistem perpus diarahkan untuk bisa diakses dari IOS dan Android. 


Selasa, 24 Mei 2016

Hijrah Dari Sang Penjilat

Hijrah berasal dari bahasa arab yang dimana pengertian dalam kamus umum bahasa Indonesia adalah pemutusan pertalian Nabi Muhammad SAW dengan suku bangsa di Mekah (Nabi Muhammad SAW meninggalkan Mekah, Berpindah ke Madinah)[1]. Mengapa saya beri judul hijrah dari sang penjilat karena ada rasa dimana suatu kekecewaan yang amat menyakitkan dimana saya selalu menjalankan prosedur dan birokrasi yang menurut saya sudah saya jalankan sesuai rules yang ada disini. Saya membicarakan dimana tempat saya bekerja. Pada awalnya saya sangat senang diterima disini dan sangat gembira sampai saat semua karyawan tau bagaimana busuknya para penjilat yang ada disini. Satu persatu karyawan menceritakan hal ini sampai OB (Office Boy) yang ada disini ikut berbicara tentang hal itu. Mereka sangat sangat paham dan mengetahui soal oknum- oknum itu. Saya mulai merasa gelisah dan mulai tak tahan diri karena banyak masukan dari teman-teman di tempat kerja itu untuk mencari yang lebih jelas menejemnnya. Satu tahun setengah saya sudah berada diperusahaan ini sampai akhirnya saya juga sudah tidak tahan dengan para penjilat itu. Saya mencoba untuk melamar di perusahaan yang lebih besar, syukur Alhamdulillah saya mendapatkan posisi yang sama ditempat itu tetapi saya ingin menyelesaikan administrasi saya di perusahaan lama ini. Jujur saja saya sangat kehilangan teman-teman dan juga para senior yang ada di perusahaan lama saya mereka sudah saya anggap sebagai keluarga meskipun baru setahun lebih saya mengenal mereka. Saat akhir dari masa kerja saya, saya benar-benar baru merasakan bagaimana oknum-oknum penjilat itu mulai mengintimidasi saya dengan berbagai sindiran yang mereka lepaskan ke saya. Padahal tidak ada satu masalah pun yang saya berikan kepada mereka tetapi yaa namanya juga penjilat pasti mereka mencari kesalahan orang lain. Sungguh sangat menyakitkan jika saya mengingatnya tetapi yaa namanya juga kerja pasti ada dimana suatu konflik yang menurut kita tidak perlu ada tetapi diada-adakan oleh mereka yang mencari ketenaran. Satu minggu lagi saya berada di tempat kerja lama saya, ingin sekali meninggalkannya dengan kesan menyenangkan tanpa masalah. Sama seperti karyawan yang lain inginnya sih seperti itu tetapi kenyataan tidak memihak kami. Saya ingin hijrah dari sang penjilat sebagaimana judul yang saya buat diatas. Semoga saja saya mendapatkan berkah dan kesejahteraan yang lebih di tempat baru nanti.



[1] Kamus umum bahasa Indonesia, W.J.S Poerdarminta, Balai Pustaka, Jakarta 2002. Hal 356

Kamis, 07 April 2016

Hay, How Are You?

Entah kenapa hari ini saya merasa teramat patah hati. saya juga tidak tahu apa yang saya rasa padahal saya tahu kalau dia itu tidak pernah memikirkan saya. Setiap menit saya melihat Hp dan memastikan dia selalu online dalam whatsapp tetapi ternyata tidak sepertinya dia memang tidak pernah mengharapkan saya sebagai orang spesialnya meskipun saya sangat mengharapkan dia menanyakan kabar saya. Setiap hari saya selalu memulai pembicaraan padahal saya selalu ingin sekali kalau dia duluan yang memulainya. Pada dasarnya memang saya tidak sangat berharap bahwa dia menjadi pacar saya tetapi hanya ingin menjadi teman yang dekat melebihi teman pada umumnya. Berat rasanya jika ingin mengatakan apakah dia mempunyai perasaan itu kepada saya. Pengharapan yang tidak seharusnya saya tanyakan dan saya dapatkan semenjak melihatnya saya memang sudah tertarik. Sehingga pada suatu hari saya sangat ingin chat dengannya dan saya memberikan info dengan chat pribadinya dia pun menerimanya dengan senang. Saat itu hati saya sangat senang sekali sehingga pada akhirnya saya benar-benar sangat tertarik padanya. Sudah 2 bulan lebih saya dekat tetapi saya tahu diri apa posisi saya dia pun juga sejak awal sudah memiliki calon. Apapun yang saya lakukan untuknya saya memang benar-benar menyukainya hingga saat ini saya akan mencoba melepaskannya demi untuk melihatnya bahagia. #AFH

Rabu, 06 April 2016

Sambungan . . . Mendaki Gunung Sindoro

Sambungan . . .

Mendaki Gunung Sindoro

Setelah berpisah dengan Om Bob yang sedang istirahat di pos 4 kita bergegas naik dengan harapan sebelum jam 11 siang sudah sampai puncak. saya kira itu adalah bukit terakhir tetapi masih ada lagi bukit selanjutnya dan begitu lagi. "Zih berhenti dulu" Ujar Lana "saik ndi" jawab Zihan "Eh Dance mana zih" tanya Lana "Masih di bawah". jawab Zihan. Tak lama saya datang dan menghampiri lana "Ce lama banget lu" tanya lana "iyaa a, liat pemandangan dulu tadi" jawab saya. memang pemandangan yang di berikan alam Gn. Sindoro sangat indah. Mendaki gunung adalah pengalaman yang paling menyenangkan karena entah kenal atau tidak setiap pendaki pasti sudah saling akrab dengan kita. Kejadian yang paling membuat down ketika kita bertanya kepada pendaki yang sudah sampai puncak dan turun "Mas, sudah muncak" saya bertanya "sudah mas" dia menjawab lalu saya bertanya lagi "munggah jam piro mas" lalu dia menjawab "jam telu mas yaa kira-kira teko jam pituan". Pikir saya kalau jam segitu berarti tidak sampai setengah jam kita sampai dong. Lalu saya bertanya lagi "puncake neng ono bendera iku mas" dia menjawab "Udu mas tesek adoh" saya sempat kaget karena kalau masih jauh takut belerang semakin banyak. Saya dan teman-teman berkumpul dan berunding apakah benar yang orang itu bicara. Sempat kami bertanya lagi ke pandaki lain jawabannya beda dia bilang puncaknya yaa itu yang ada bendera. wah kami semakin penasaran dan benar saja itu puncak Gn. Sindoro. Alhamdulillah kami sampai di puncak ternyata pendaki tadi bercanda tetapi menurut saya itu membuat semangat menurun karena sesama pendaki harus saling mensuport bukan sebaliknya. 


Selasa, 10 November 2015

Terima Kasih Pernah Mencintaiku

Jakarta, 6 November 2015
Terima Kasih Pernah Mencintaiku


5 tahun 1 bulan kita sudah bersama selama itu banyak sekali cerita tentang kita. Saat itu kita masih kuliah saat dimana baru aku miliki wanita yang benar-benar ku sayangi bersamaku. Aku masih ingat saat aku memintamu untuk bersamaku saat itu bulan puasa dan tepatnya 18 September 2008. Waktu imsyak itu aku memintamu untuk menjadi pacarmu padahal aku ingin mengatakannya saat di kampus tetapi kau selalu memaksa agar aku mengatakannya saat itu juga. Selama kita bersama adalah masa-masa dimana aku sangat menikmatinya. Hampir setiap hari kita bertemu mungkin karena tempat tinggal kita juga tidak terlalu jauh. Setiap sabtu dan minggu kita selalu pergi ke setu babakan itu sangat terkenang meskipun disana kita hanya duduk, jajan dan mengobrol untuk menghabiskan waktu libur. Aku selalu memanggilmu dengan sebutan Minan atau cinta sesekali kupanggil kau sayang agar terdengar lebih romantis. Masihkah kau ingat saat pertama kalinya ku memegang tanganmu? Saat itu kita sedang berada di Bintaro Plaza aku memegang tanganmu karena untuk mengarahkanmu ke jalan yang aku tuju. Ku lihat wajahmu yang kaget dan merasa kebingungan membuat ku merasa tak enak tetapi kau tak marah. Kau yang selalu teramat baik untuk ku menjadikanku seperti lelaki yang paling beruntung kau selalu memberikan apa yang aku inginkan dan yang aku butuhkan. Sungguh kau amat mengerti bagaimana keadaanku waktu itu padahal kau juga sangat membutuhkan itu tetapi kau selalu saja memikirkanku. Masih teringat dibenakku saat kau memberikanku tiket untuk menonton tim sepak bola kesukaan ku yaitu Chelsea yang datang ke Indonesia dalam rangka tournya. Tak ada sedikitpun aku berfikir bahwa aku bisa menonton pertandingan itu di GBK tetapi dengan senyum manis mu kau berikan tiket itu untukku. Aku sangat bahagia sekali saat itu bagaimana bisa kau membelikan tiket itu untukku dan untuk pertama kalinya kita menonton bola di GBK dank au juga terlihat menikmatinya juga. Sampai saat ini robekkan tiket itu masih ku simpan sebagai kenang-kenangan. Aku sangat mengenalmu dengan berbagai macam sifatmu apa yang kau suka dan tidak kau suka. Waktu bersamamu adalah waktu dimana aku merasa sebagai diriku sendiri tak ada beban rasa penyesalan bahwa aku pernah memilikimu. Apakah kau mau tau apa yang aku tidak suka darimu? kau tidak pernah bisa mengajariku untuk setia. Berkali-kali kau menyakitiku dengan kebohonganku tetapi aku selalu memaafkanmu karena ku kira kau akan bisa berubah. Menceritakan itu aku jadi teringat saat kita berpisah. Saat itu aku sedang sibuk menjadi panitia Jip Momment 2013 dan setiap hari aku selalu rapat koordinasi sehingga kita jarang saling menyapa dan bertemu. Ku kira kau mengerti dan memaklumi kesibukanku tetapi ternyata tidak kau kembali menjalin hubungan dengan suamimu saat ini. Aku tidak tau akan hal ini jika kau dekat dengannya. Saat dimana kita berpisah terjadi kita berpisah saat berakhirnya acara Jip Momment 2013 di TMII. Sore itu kita berada di motor kesayangan kita “Zombie” saat sebelum keluar gerbang TMII kau bilang ingin makan bakso dan disana kau ingin mengatakan sesuatu aku terkejut dengan perkataanmu ingin mengatakan sesuatu dan aku langsung menebak kalau kau ingin berpisah karena kau sudah memiliki pria lain dan kau membenarkannya. Hari itu hatiku hancur aku tak bisa mengatakan apapun. Dengan sikap dewasa aku melepasmu tetapi tetap aku tak terima. Sampai di dekat lebak bulus tepatnya di SPBU Shell turun hujan deras saat itu kau masih kuboncengi dengan emosi ku kendarai zombie dengan kencang dan turun hujan lebat. Kau memintaku untuk berhenti dan meneduh kuturuti itu saat kita meneduh kau asih memainkan HP barumu dengan selalu tersenyum duduk diatas Zombie aku melihatmu dengan sangat patah hati kau begitu mudah berpaling dan begitu mudah menerimanya aku merasa tak dihargai dengan perlakuannya. Hujan sangat lebat sore itu hingga malam datang hujan tak kunjung berhenti. Waktu begitu lama sekali aku benar-benar tak sanggup melihatnya yang begitu gembira. Dalam pikiranku apa yang harus kulakukkan? Tak sedikitpun aku berfikir jika kau melakukkan ini padaku. Pantas saja jika aku ingin meminjam HP barunya dia selalu menolak aku terlalu naif untuk hal itu. Hujan reda aku bergegas menuju rumahnya untuk mengantarnya. Sehabis mengantarnya hujan turun dengan lebat lagi aku berfikir bahwa langit pun menangis. Dalam perjalanan pulang aku menangis dibawah air hujan. Kenangan itu sangat amat berbekas sampai saat ini. Sekarang pria itu sudah menjadi suami mu. Baru kusadari bahwa kau tidak jahat, aku lah yang sesungguhnya jahat yang membuatmu menunggu dan tak tau kau menginginkan apa. Sampai saat ini aku selalu memikirkanmu dan disetiap upload foto mu kau selalu ceria dank au semakin gemuk. Aku senang kau bisa menemukannya dan bahagia bersamanya jika kau masih bersamaku mungkin kau tak bisa segemuk saat ini, Hehehe. Priamu sekarang sangat pantas mendapatkanmu. Maafkan aku yang selama ini membencimu dan selalu menyalahkanmu aku tau kau membutuhkan kepastian dalam masa depanmu. Kau kan selau ku kenang sebagai kenangan terindah dan tak lupa kuucapkan terima kasih sudah pernah mencintaiku.

Selasa, 10 Maret 2015

Cerita Pernikahan Ali dan Fatimah



Ini cerita pernikahan Ali dan Fatimah yang bikin hati meleleh
Dikutip dari Merdeka.com Reporter : Mustiana Lestari | Selasa, 10 Maret 2015 11:14

Merdeka.com - Para sahabat nabi memberi tauladan dalam kehidupan. Banyak kisah menarik yang sampai membuat air mata menetes karena keteladanan mereka.

Sebuah kisah datang dari putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra, dan Ali Bin Abi Talib. Pintu hati Ali terketuk pertama kali saat Fatimah dengan sigap membasuh dan mengobati luka ayahnya, Muhammad SAW yang luka parah karena berperang.

Dari situ, dia bertekad untuk melamar putri nabi. Lantas dengan tekun dia kumpulkan uang untuk membeli mahar dan mempersunting Fatimah. Malang, belum genap uang Ali untuk membeli Mahar, sahabat nabi Abu Bakar sudah terlanjur melamar Fatimah.

Hancur hati Ali, namun dia sadar diri kalau saingan ini punya kualitas iman dan Islam yang jauh lebih tinggi dari dirinya. Walau dikenal sebagai pahlawan Islam yang gagah berani, Ali dikenal miskin. Hidupnya dihabiskan untuk berdakwah di jalan Allah.

Namun mendung seakan sirna saat Ali mendengar Fatimah menolak lamaran Abu Bakar.

Tapi keceriaan Ali kembali sirna saat orang dekat nabi lainnya, Umar Bin Khatab meminang Fatimah. Lagi-lagi Ali hanya bisa pasrah karena dia tidak mungkin bersaing dengan Umar yang gagah perkasa. Tapi takdir kembali berpihak kepadanya. Umar mengalami nasib serupa dengan Abu Bakar.

Tapi saat itu Ali belum berani mengambil sikap, dia sadar dia hanya pemuda miskin. Bahkan harta yang dia miliki hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Kepada Abu Bakar As Siddiq, Ali mengatakan, "Wahai Abu Bakar, anda telah membuat hatiku goncang yang sebelumnya tenang. Anda telah mengingatkan sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah, aku memang menghendaki Fatimah, tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku ialah kerana aku tidak mempunyai apa-apa."

Abu Bakar terharu dan mengatakan, "Wahai Ali, janganlah engkau berkata seperti itu. Bagi Allah dan Rasul-Nya, dunia dan seisinya ini hanyalah ibarat debu-debu bertaburan belaka!"

Mendengar jawaban Abu Bakar, kepercayaan diri Ali kembali muncul untuk melamar gadis pujaannya saat teman-temannya sudah mendorong agar Ali berani melamar Fatimah.

Dengan ragu-ragu dia menghadap Rasulullah. Dari hadist riwayat Ummu Salamah diceritakan bagaimana proses lamaran tersebut.

"Ketika itu kulihat wajah Rasulullah nampak berseri-seri. Sambil tersenyum baginda berkata kepada Ali bin Abi Talib, 'Wahai Ali, apakah engkau mempunyai suatu bekal mas kawin?"

"Demi Allah," jawab Ali bin Abi Talib dengan terus terang, "Engkau sendiri mengetahui bagaimana keadaanku, tak ada sesuatu tentang diriku yang tidak engkau ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang dan seekor unta."

"Tentang pedangmu itu," kata Rasulullah menanggapi jawaban Ali bin Abi Talib, "Engkau tetap memerlukannya untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga perlu untuk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu, aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar mas kawin sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Wahai Ali, engkau wajib bergembira, sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi!". Demikianlah riwayat yang diceritakan Ummu Salamah r.a.

Setelah segala-galanya siap, dengan perasaan puas dan hati gembira, dan disaksikan oleh para sahabat, Rasulullah mengucapkan kata-kata ijab kabul pernikahan puterinya,

"Bahwasanya Allah SWT memerintahkan aku supaya menikahkan engkau Fatimah atas mas kawin 400 dirham (nilai sebuah baju besi). Mudah-mudahan engkau dapat menerima hal itu."

Maka menikahlah Ali dengan Fatimah. Pernikahan mereka penuh dengan hikmah walau diarungi di tengah kemiskinan. Bahkan disebutkan Rasulullah sangat terharu melihat tangan Fatimah yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suaminya.

Kelak Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah keempat. Fatimah menjadi istri satu-satunya selama hidup Ali.

Rabu, 11 Februari 2015

My Memory




My Memory
At that moment I remembered it all
When I see those memories
they seem so small
You're far away
in a place
that I can't reach
I can't wait for these words of love
to be said

I really was to blame
Will I ever get
to meet you again?
I can't even imagine that

I still love you and now
I'll confess that to you
I wanna love you forever
It's not too late
Be with me
forever

For a long time
you've been in my heart
Much time passes
and still you're far away
but I will stay alive

I really was to blame
Will I ever get
to meet you again?
I can't even imagine that

I still love you and now
I'll confess that to you
I wanna love you forever
It's not too late
Be with me
forever

Kamis, 08 Januari 2015

Laporan Pengunjung Perpustakaan Hati Suci Bulan Desember 2014



Perpustakaan Sekolah Hati Suci
Jl. Hati Suci No.2 Tanah Abang – Jakarta Pusat 10250

Laporan Pengunjung Perpustakaan Hati Suci Bulan Desember 2014 

Siswa Sekolah Dasar (SD)


Grafik diatas menunjukkan bahwa siswa SD yang paling sering berkunjung ke Perpustakaan adalah siswa kelas 1 dengan 48 siswa. Untuk selanjutnya peringkat kedua yaitu kelas 5 dengan 35 siswa. Peringkat ketiga adalah kelas 3 dengan 28 siswa. Sedangkan, kelas 6 mendapatkan peringkat ke empat dengan 25 siswa. Siswa kelas 2 mendapatkan peringkat ke lima dengan 21 siswa. Untuk peringkat terakhir yaitu kelas 4 dengan 18 siswa. 

Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)


Grafik diatas menunjukkan bahwa kelas 8 A memiliki urutan paling tinggi dalam kunjungan ke Perpustakaan dengan 7 siswa. Untuk urutan kedua kelas 7 A dengan 5 siswa. Selanjutnya urutan ketiga kelas 8 B dan kelas 9 dengan banyaknya siswa masing-masing 4 siswa. Urutan terakhir adalah kelas 7 B dengan 2 siswa yang berkunjung ke perpustakaan.

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)


Grafik diatas menunjukkan bahwa kelas 10 SOS dan kelas 12 MIA memiliki peringkat pertama dalam kunjungan ke Perpustakaan dengan masing-masing 6 siswa . untuk urutan kedua kelas 11 SOS dan kelas 12 SOS memiliki peringkat kedua dengan masing-masing 2 siswa. urutan ketiga yaitu kelas 10 MIA dan kelas 11 MIA dengan masing-masing 1 siswa.

Guru dan Karyawan 


Grafik diatas menunjukkan bahwa Guru TK mendapatkan peringkat pertama dalam kunjungan ke Perpustakaan dengan 4 guru. Untuk peringkat kedua guru SD, SMA dan Karyawan Sekolah yang masing-masing guru dan karyawan yang datang adalah 3 guru/karyawan. Selanjutnya peringkat ketiga adalah guru SMP dengan 2 Guru.
                                                                                                            Mengetahui,
Pustakawan,                                                                                        Supervisior Perpustakaan,       


Danang Nur Cahyadi, S. IP.                                                                Handoko Triwuryanto, S. Pd.