Selasa, 01 November 2011

Tasawuf dlam pandangan ibnu taimiyah dan hasan al-banna.

Tasawuf dlam pandangan ibnu taimiyah dan hasan al-banna. Telah sering kita mengangkat pembicaraan mengenai tasawuf. Dan telah muncul banyak versi dan persepsi mengenai tema ini. Terhitung sejak kemunculannya yg pertama hingga sekarang ini tak terhitung lagi kelompok/aliran yg mengidentifikasi dirinya sebagai ahli tasawuf. Sehingga makin kaburlah pemahaman dan kebenaran pun semakin sulit dilacak. Sampai akhirnya munculla dua kelompok yg sama-sama ekstrem dalam hal menyikapi tasawuf ini. Satu kelompok adl mereka yg memuji secara berlebih-lebihan kelompok yg lain mencerca dan mencela habis-habisan. Untuk itu mendesak kiranya bagi generasi ini utk menjernihkan duduk perkara dan mengembalikan segala sesuatunya pada tempat semula. Di antara cara yg paling selamat adl dgn cara kita mengambil pendapat dari para ulama yg ahli dalam masalah ini serta mempunyai integritas dan otoritas keilmuan yg sekiranya dapat dipertanggungjawabkan.Berikut akan kita simak pendapat dua imam mengenai masalah ini. Pendapat Ibnu Taimiyah Tasawuf muncul pertama kali di Basrah. Syaikhul Islam pernah berkata “Pertama kali muncul tasawuf itu di Basrah. Sedang orang yg pertama kali membangun tasawuf adl shahabat-shahabat Abdul Wahid bin Zaid. Beliau sendiri adl salah satu dari shahabat Hasan. Ketika itu di Basrah ada fenomena ekstrem dalam hal zuhud ibadah khauf dan sebagainya yg tidak ada bandingannya selama ini.” . Syaikhul Islam telah mengambil pendapat terkuat mengenai penamaan tasawuf yakni berasal dari pakaian yg bernama shuf. Seputar Kerancuan Tasawuf Bermula dari sekelompok orang yg ingin menjalani kehidupan ini dgn sikap zuhud. Mereka begitu berlebihan dalam memahami dan memraktikkan semua ini sehingga melahirkan perilaku yg tidak pernah dikenal pada zaman shahabat generasi pertama Islam tidak juga pada masa tabi’Imam Nasa’i. Memang diantara mereka ada yg tetap istiqamah dan bersikap tawazun namun banyak juga yg berlebihan. Diantara mereka ada yg mukhlish ada juga yg dusta. Ada yg alim dan takwa ada pula yg jahil. Oleh karenanya tumpang tindihlah antara pujian disatu sisi dan celaan di sisi yg lain. Syaikhul Islam berkata “Orang-orang berselisih pendapat mengenai tasawuf. Sebagian mencela tasawuf seraya berkata Mereka adl ahli bid’ah yg telah keluar dari Sunnah. Dari para imam yg mewakili kelompok ini kita dapatkan banyak fatwa yg kemudian banyak diikuti oleh kelompok lain terutama dari kalangan ahli fiqh dan ilmu kalam. Sementara kelompok yg lain memujinya secara berlebihan seraya mengatakan bahwa ahli tasawuf adl makhluk yg paling mulia danpaling sempurna setelah Nabi.” . “Apa yg dikemukakan kedua kelompok di atas sama-sama tercelanya. Yang benar adalah Mereka itu orang-orang yg taat kepada Allah sebagaimana para ahli taat lainnya. Ada sebagian mereka yg ada di depan krn kesungguhan ketaatannya dan ada juga yg cukupan. Selain dari keduanya ada juga orang yg berusaha namun jatuh dalam kekeliruan sehingga banyak berbuat dosa. Sedangkan diantara orang-orang yg menisbatkan diri kepada golongan mereka ada yg menganiaya diri sendiri dan suka berbuat maksiat kepada Rabbnya.” . Tasawuf Hakekatnya Baik Beliau menjelaskan bahwa tasawuf itu asalnya baik. Ia berakar dari sikap zuhud ibadah tazkiyatun nafs shidiq dan ikhlas. Tasawuf bagi mereka memiliki beberapa prinsip yg telah dikenal yg telah jelas batas-batas dan asal-uslnya. Seperti yg mereka katakana bahwa shufi adl orang yg bersih dari kotoran dan sarat dgn muatan piker. Baginya sama saja antara emas dan batu. Tasawuf juga berarti menyembunyikan ma’na dan menghindari pengakuan manusia atau yg semisalnya. Mereka menghendaki dari ma’na tasawuf itu shidiq. . Lambat laun bergeserlah kesucian pemahaman dan konsep dasar ini kepada pemahaman yg juz’iyah dan rancu. Masuklah orang-orang atau kelompok yg menisbatkan sebagai shufi namun menyimpang dari prinsip semula. Mulailah praktek bid’ah dan khurafat masuk di dalamnya. Yang bahkan diingkari sendiri oleh tokoh-tokoh yg lurus di antara mereka sendiri. Beberapa kalangan dari ahli bid’ah dan zindiq telah menisbatkan dirinya pada tasawuf namun dikalangan tokohnya yg lurus mereka tidak dianggapnya. Seperti Al-Hallaj misalnya banyak dari tokoh tasawuf yg mengingkarinya dan mengeluarkannya dari shaf mereka. Juga Junaid bin Sayyidut Thaifah dan lain sebagainya sebagaimana tersebut dalam kitab Thabaqat Shufiyyah oleh Syaikh Abu Abdir Rahman as-Sulami?. Maka secara garis besar tasawuf terbagi dua Tasawuf Ahli Ilmu dan Istiqamah Tokoh-tokohnya adalh Fudhail bin Iyadh Ibrahim bin Adham. Abu Sulaiaman ad-Darani Ma’ruf al-Karkhi. Junaid bin Muhammad Sahl bin Abdullah at-Tastari dan lain sebagainya. Semoga Allah memberikan ridha-Nya kepada mereka. Tasawuf Filsafat Bid’ah dan Zindiq Tasawuf serupa ini yg memunculkan ajaran-ajaran aneh semisal wihdatul wujud hulul dan ittihad . Do’a al-amwat mendakwakan diri tahu hal ghaib dan sebagainya yg nyata-nyata bertentangan dgn syari’at. Pendapat Imam Syahid Imam Syahid adl mujahid sekaligus mujaddid besar abad ini. Beliau seorang yg tegas dan keras dalam menyikapi penyelewengan dalam masalah din. Namun kelembutan hati dankemuliaan akhlak beliau menjadikan ketegasan itu sesuatu yg bijaksana. Bahkan sangat bijaksana sehingga beliau dicintai sekaligus disegani oleh semua kalangan. Melengkapi itu semua beliau juga seorang yg alim sehingga semua pendapat dan pendiriannya atas dasar ilmu dan hujjah yg jelas sehingga tidak menyeleweng dari syari’at. Beliau mema’nai tasawuf dalam kerangka ma’na yg shahih sesuai Al-Kitab dan Sunnah. Beliau memuji hal-hal yg patut dipuji dan mencela sesuatu yg memang tercela. Bersama jamaah yg dirintisnya beliau menjadikan tasawuf sebagai bagian yg tidak terpisahkan dari bangunan Islam yg syamil. Tercermin dari doktrin yg beliau pancangkan bahwa jamaah ini merupakan Da’wah Salafiyyah. Karena dia mengacu pada Al-Qur’an dan Sunnahserta menjadikan salafus shalih sebagai sumber keteladanan. Thariqah Sunniyah. Karena dia akan membawa kepada beramal sesuai dgn bimbingan sunnah dalam segala hal khususnya dalam aqidah dan ibadah. Hakekat Shufiyyah. Karena mereka mengetahui bahwa asaskebajikan adl kebersihan jiwa kesucian hati kemurnian niat melatih amal cinta kepada Allah dan mengikatkan diri pada kebaikan. Hai’ah Siasiyyah. Jama’ah riyadhiyah. Rabithah Ilmiyah Tsaqafiyah. Syirkah Iqtishadiyah dan seterusnya. Tasawuf dan Jihad Tasawuf tidaklah identik dgn ketidakpedulian terhadap dunia luar dan meninggalkan jihad. Bahkan tokoh-tokoh besar dari tasawuf yg lurus sepanjang sejarah banyak terlibat dalam jihad fi sabilillah. Untuk melengkapi pembicaraan ini baiklah saya kemukakan dihadapan anda semua bahwa kaum Muslimin sepanjang masa tidak pernah lepas dari jihad. Baik ulama para shufi dan anggota masyarakat yg lainnya. Sebutlah misalnya Abdullah bin Mubarak. Seorang ulama yg faqih zuhud dan ahli ibadah. Sebagian besar dari umur beliau adl digunakan utk berjihad. Juga tokoh shufi Abdul Wahid bin Zaid seorang shufi besar yg zuhud. Ada lagi Syaqiq al Bakhla Syaikh shufi yg menggerakkan murid-muridnya mengangkat senjata dalam jihad. Ada pula al-Badrl ‘Aini pensyarah ShahihBukhari yg faqih dan ahli hadits. Dia mengajar setahun berperang setahun dan berhaji setahun?Juga Imam Syafi’i yg masyur itu. Beliau adl ahli melempar. Demikian para salafush shalih pendahulu kita?. Salah seorang pelopor tasawuf adl Imam Hasan al Bashri. Yang menyeru kepada dzikrullah dzikrul maut tazkiyatun nafw. Dan sikap zuhud menuju taat dan takwa kepada Allah. Itulah satu bentuk aliran tasawuf yg beliau menamakan sebagai ilmu tarbiyah was suluk . Tidak disangsikan lagi bahwa ini termasuk bagian inti dari ajaran Islam. Dan harus diakui bahwa tasawuf semacam ini telah berhasil mengobati penyakit kejiwaan sampai batas yg tidak dapat dicapai oleh cara selainnya. Kalaupun kemudian muncul sikap-sikap berlebihan maka dia adl tasawuf yg tersesat. Dan diakui memang hal demikian telah banyak terjadi bahkan tasawuf juga telah tercemar oleh filsafat dan logika yg menyesatkan. Kita prihatin terhadap yg demikian tanpa harus menutup mata dari kebaikan-kebaikan yg ada. Imam Syahid Seorang Sufi Sekiranya kita bersepakat utk memaknai tasawuf dalam ma’nanya yg lurus maka akan kita dapatkan bahwa Imam Shahid adl salah seorang ahlinya. Sebagian umur beiau telah dilewatkan sebagai anggota sebuah aliran sufi yg bernama Thariqah al-Hashifiyah. Untuk itu biarlah beliau sendiri menceritakanihwalnya. “Saya secara rrutin mengamalkan wazhifah ar-Ruzuqiyah . Dan saya juga mendapatkan ayah saya menyusun hal serupa dgn menunjukkan dalil-dalil yg keseluruhannya diambil dari Kitabullah dan Sunnah yg shahih. Tidak ada di sana kalimat yg aneh-aneh ungkapan filsafat atau lainnya yg tidak mengandung do’a.” . selanjutnya beliau juga bercerita tentang Syaikh Hasanain al Hashaf sebagai pendirinya serta bagaimana pola dakwahnya. “Suatu saat Syaikh mengunjungi seorang yg bernama Basya dia seorang Perdana Menteri. Kemudian masuklah seorang ulama memberi salam kemudian membungkuk sampai hampir seperti ruku’. Maka bangkirlah Syaikh dgn marah dan memukul kedua pipi ulama tersebut dgn keras seraya berkata “Hai berdirilah! Sesungguhnya ruku’ itu tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah. Janganlah engkau menghinakan agama dan ilmu supaya engkau tidak dihinakan Allah.” Dan tidak sepatah katapun terucap kala itu baik dari sang alim maupun dari Perdna Menteri. Pada saat yg lain beliau menunjungi masjid Husain dgn sebagian muridnya. Ia berdiri di atas kubur membacakan do’a-do’a ma’tsur. Kemudian salah seorang muridnya berkata “Ya Syaikh mintalah kepada Sayyidina Husain agar dia meridhai saya.” Serta merta dgn marah beliau menjawab “Yang meridhao saya kamu dan dia hanyalah Allah.”Inilah dia thariqah yg lurus jauh dari segala penyimpangan terhadap syara’. Di sini pulalah telah ditanam dan dibesarkan jiwa dan akhlak Imam Syahid. Akhirnya jelaslah bagi kita bahwa kedua Imam lagi-lagi bertemu pemahaman dalam masalah tasawuf ini. Keduanya berpihak kepada pemahaman dan perilaku yg lurus dalam masalah ini. Serta menyeru utk menjauhi segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan dari patokan yg ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Maka marilah kita pun memahami permasalahan sebagaimana pemahaman kedua beliau. Semoga ampunan dan rahmat Allah atas keduanya. Amin. Diadaptasi dari Kitab “Ma’an ‘Ala Thariqid-Da’wah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah wa Imam Asy-Syahid Hasan al-Banna.” Oleh Muhammad FajriSumber Majalah Almuslimun No. 311 Tahun. XXVI Ramadhan/Syawal 1416 H Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia sumber file al_islam.chm tasawuf sunni pemikiran dan tokoh- tokohnya A. Aliran Tasawuf Sunni Tasawuf sunni merupakan aliran tasawuf yang ajarannya berusaha memadukan aspek syari’ah dan hakikat namun diberi interpertasi dan metode baru yang belum dikenal pada masa salaf as-shalihin dan lebih mementingkan cara-cara mendekatkan diri kepada Allah serta bagaimana cara menjauhkan diri dari semua hal yang dapat menggangu kekhusyu’an jalannya ibadah yang mereka lakukan. Aliran tasawuf ini memiliki ciri yang paling utama yaitu kekuatan dan kekhusyu’annya beribadah kepada Allah, dzikrullah serta konsekuen dan juga konsisten dalam sikap walaupun mereka diserang dengan segala godaan kehidupan duniawi. Dari awal prosesnya, corak tasawuf ini muncul dikarenakan ketegangan-ketegangan dikalangan sufi, baik yang bersifat internal maupun eksternal yaitu para sufi dan ulama’ zahir baik para fuqaha maupun mutakallimin. Hal itu menyebabkan citra tasawuf menjadi jelek dimata umat, maka sebagian tokoh sufi melakukan usaha-usaha untuk mengmbalikan citra tasawuf. Usaha ini memperoleh kesempurnaan ditangan Ghozali, yang kemudian melahirkan Tasawuf Sunni. Ada pendapat yang mengatakan bahwa asketisme (zuhud) itu adalah cikal bakal timbulnya tasawuf. Sedangkan asketisme itu sendiri sumbernya adalah ajaran Islam, baik yang bersumber dari Al-Qur’an, sunnah maupun kehidupan sahabat nabi. Pengertian umum dari Zuhud sendiri adalah Zuhhaad, jamak dari zahid. Zahid diambil dari Zuhd yang artinya ”tidak ingin”. Tidak “demam” kepada dunia, keemegahan, harta benda dan pangkat. Menurut Abu Yazid Busthami ketika ditanya orang apa arti zuhud itu, beliau menjawab: tidak mempunyai apa-apa dan tidak dipunyai apa-apa. Gerakan asketisme itu sendiri dapat dibedakan menjadi 4 aliran utama; 1. Aliran Bashroh Aliran Bashroh mulai Nampak pada abad kedua Hijriyah. Aliran ini muncul dengan ciri khasnya yaitu, sikap asketisme yang sangat kuat dan lebih ekstrim serta mengembangkan sikap yang amat takut terhadap murka Allah, serta amat sangat takut terhadap siksa diakhirat. Pada periode inilah, mulai meluas dan berkembangnya sufisme. Artinya konsep-konsep yang tadinya semata-mata sebagai sikap hidup saja kemudian disusun sebagai upaya untuk mencapai tujuan. Tokoh terpenting dari aliran ini. Antara lain; Malik Ibnu Dinar dan Hassan Al-Bashri. 2. Aliran Madinah Sejak masa permulaan Islam, di Madinah sudah terlihat kelompok-kelompok asketis yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah dan menempatkan rosulullah sebagai idola kezuhudan mereka. Ciri yang paling utama di aliran ini adalah kekuatan dan kekhusyu’an beribadah kepada Allah, konsekuen serta kensisten dalam sikap walaupun dating berbagai godaan. Bagi mereka yang terpenting bagi mereka adalah mendepatkan diri kepada Allah serta menjauhkan diri dari segala hal yang dapat mengurangi kekhusyu’an beribadah kepada Allah. Tokohnya yang terkenal diantaranya adalah Salman Al-Farisi dan Abdullah Ibnu Mas’ud. 3. Aliran Kuffah Apabila kedua aliran diatas lebih mengarahkan perhatian kepada ibadah dan menghindari pengaruh-pengaruh yang merusak. Maka, aliran Kuffah lebih bercorak idealis. Gemar kepada hal-hal yang bersifat imajinatif yang biasanya dituangkan dalam bentuk puisi, tekstualis dalam memahami ketetapan dan sedikit cenderung kepada aliran syi’ah. Namun, secara keseluruhan aliran ini masih berpola Ahlu sunnah wal jama’ah. Ciri khas aliran ini yaitu rasa keagamaan yang kental, asketisme yang keras, kerendahan hati dan kesederhanaan hidup. Tokohnya yang terkenal yaitu, Shufyan Al-Tsauri. 4. Aliran Mesir Aliran mesir memiliki kesamaan cirri dengan aliran madinah. Sebab aliran ini sebenarnya adalah perluasan dari aliran madinah yang tersebar melalui sahabat yang ikut serta ke Mesir pada saat Islam memasuki kawasan itu. Tokohnya adalah Dzuu al-Nun al mishri. Sulit dipastikan kapan asketisme itu beralih ke sufisme, tetapi yang pasti sufisme yang awal adalah sufisme yang konsisten dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip Islam. Karena itu tasawuf tipe awal ini dapat diterima sebagian besar ulama terutama ulama ahlu sunnah wal jama’ah. Hal ini pula yang menyebabkan penamaan tasawuf sunni. Dari aliran-aliran diatas dapat dilihat bahwa tokoh-tokoh aliran-aliran tersebut adalah ahlu zuhud. Namun tidak setiap yang zuhud bias disebut sufi, tapi sebaliknya tidak mungkin menjadi sufi tanpa melalui zuhud atau asketisme. B. Tokoh-tokoh Tasawuf Sunni Munculnya aliran-aliran tasawuf ini tidak terlepas dari tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya. Begitu juga sama halnya dengan Tasawuf sunni. Diantara sufi yang berpengaruh dari aliran-aliran tasawuf sunni dengan antara lain sebagai berikut: 1. Hasan al-Basri Hasan al-Basri adalah seorang sufi angkatan tabi’in, seorang yang sangat taqwa, wara’ dan zahid. Nama lengkapnya adalah Abu Sa’id al-Hasan ibn Abi al-Hasan. Lahir di Madinah pada tahun 21 H tetapi dibesarkan di Wadi al-Qura. Setahun sesudah perang Shiffin dia pindah ke Bashrah dan menetap di sana sampai ia meninggal tahun 110 H. setelah ia menjadi warga Bashrah, ia membuka pengajian disana karena keprihatinannya melihat gaya hidup dan kehidupan masyarakat yang telah terpengaruh oleh duniawi sebagai salah satu ekses dari kemakmuran ekonomi yang dicapai negeri-negeri Islam pada masa itu. Garakan itulah yang menyebabkan Hasan Basri kelak menjadi orang yang sangat berperan dalam pertumbuhan kehidupan sufi di bashrah. Diantara ajarannya yang terpenting adalah zuhud serta khauf dan raja’. Dasar pendiriannya yang paling utama adalah zuhud terhadap kehidupan duniawi sehingga ia menolak segala kesenangan dan kenikmatan duniawi. Dr. Muh. Mustofa Helmi, guru besar filsafat Islam dalam “Fuad I University” mengatakan kemungkinan bahwasanya zuhud Hasan al-Bashri yang didasarkan kepada takut, ialah karena takut akan siksa Tuhan dalam neraka. Hasan al-bashri mengumpamakan dunia ini seperti ular terasa mulus kalau disentuh tangan tetapi racunnya dapat mematikan. Oleh karena itu, dunia ini harus dijauhi serta kenikmatan hidup duniawi harus ditolak. Dasar-dasar ajaran zuhud ini kemudian dikembangkan oleh tokoh-tokoh tasawuf yang datang kemudian dengan beberapa perbedaan sesuai dengan pengalaman serta kemampuan pribadi para sufi itu sendiri. Diantaranya ada yang memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri, tekun beribadah, berdzikir, merenungkan kebesaran tuhan, mencari kelemahan diri, memikirkan dan memperhatikan keindahan alam semesta. Prinsip kedua Hasan al-Bashri adalah al-khouf dan raja’. Dengan pengertian merasa takut kepada siksa Allah karena berbuat dosa dan sering melalakikan perintahNya. Serta menyadari kekurang sempurnaannya. Oleh karena itu, prinsip ajaran ini adalah mengandung sikap kesiapan untuk melakukan mawas diri atau muhasabah agar selalu memikirkan kehidupan yang akan dating yaitu kehidupan yang hakiki dan abadi. Hasan al-Bashri berkeyakinan bahwa perasaan takut atau khouf itu sama dengan memetik amal sholeh. Katanya tidak seorang manusiapun yang tidak pernah merasa takut dan keluh kesah. Kesimpulan dari ajaran Hasan al-Bashri ialah zuhud atau menjauhi kehidupan duniawi sehingga perhatian terpusat pada kehidupan dunia akhirat dan mawas diri dan selalu memikirkan kehidupan ukhrowi adalah jalan yang akan menyampaikan seseorang kepada kebahagiaan yang abadi. Hasan al-Basri merupakan pribadi yang cemerlang dan suri tauladan yang benar bagi akhlak luhur, setelah dalam kesucian dan kejernihannya. Beliau selalu menyiarkan kemuliaan yang tinggi dengan petuahnya yang berpengaruh dan ucapannya yang mantap, serta suluk-nya yang dijadikan sebagai contoh. Meskipun begitu, Hasan al-Basri bukanlah seorang sufi, dalam arti yang tepat pada kata shufi. 2. Rabiah Al-Adawiyah Nama lengkapnya adalah Rabiah al-adawiyah binti ismail al Adawiyah al Bashoriyah, juga digelari Ummu al-Khair. Ia lahir di Bashrah tahun 95 H, disebut rabi’ah karena ia puteri ke empat dari anak-anak Ismail. Diceritakan, bahwa sejak masa kanak-kanaknya dia telah hafal Al-Quran dan sangat kuat beribadah serta hidup sederhana. Ajaran terpenting dari sufi wanita ini adalah al-mahabbah dan bahkan menurut menurut banyak pendapat, ia merupakan orang pertama yang mengajarkan al-hubb dengan isi dan pengertian yang khas tasawuf. Hal ini barangkali ada kaitannya dengan kodratnya sebagai wanita yang berhati lembut dan penuh kasih, rasa estetika yang dalam berhadapan dengan situasi yang ia hadapi pada masa itu. Cinta murni kepada Tuhan adalah puncak ajarannya dalam tasawuf yang pada umumnya dituangkan melalui syair-syair dan kalimat-kalimat puitis. Dari syair-syair berikut ini dapat diungkap apa yang ia maksud dengan al-mahabbah: Kasihku, hanya Engkau yang kucinta, Pintu hatiku telah tertutup bagi selain-Mu, Walau mata jasadku tak mampu melihat Engkau, Namun mata hatiku memandang-Mu selalu. Cinta kepada Allah adalah satu-satunya cinta menurutnya sehingga ia tidak bersedia mambagi cintanya untuk yang lainnya. Seperti kata-katanya “Cintaku kepada Allah telah menutup hatiku untuk mencintai selain Dia”. Bahkan sewaktu ia ditanyai tentang cintanya kepad Rasulullah SAW, ia menjawab: “Sebenarnya aku sangat mencintai Rasulullah, namun kecintaanku pada al-Khaliq telah melupakanku untuk mencintai siapa saja selain Dia”. Pernyataan ini dipertegas lagi olehnya lagi mealui syair berikut ini: “Daku tenggelam dalam merenung kekasih jiwa, Sirna segalanya selain Dia, Karena kekasih, sirna rasa benci dan murka”. Bisa dikatakan, dengan al-hubb ia ingin memandang wajah Tuhan yang ia rindu, ingin dibukakan tabir yang memisahkan dirinya dengan Tuhan. Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa suatu ketika Rabi’ah al-Adawiyah berkeluh-kesah sakit. Dan beberapa sufi menjenguknya, dan Rabiah mengira bahwa sakitnya itu dikarenakan ghirah atau kecemburuan Allah kepadanya, karena hati Rabiah pada saat itu tertarik akan surga. 3. Dzu Al-Nun Al-Misri Nama lengkapnya adalah Abu al-Faidi Tsauban bin Ibrahim Dzu al-Nun al-Mishri al-Akhimini Qibthy. Ia dilahirkan di Akhmin daerah Mesir. Sedikit sekali yang dapat diketahui tentang silsilah keturunan dan riwayat pendidikannya karena masih banyak orang yang belum mengungkapkan masalah ini. Namun demikian telah disebut-sebut oleh orang banyak sebagai seorang sufi yang tersohor dan tekemuka diantara sufi-sufi lainnya pada abad 3 Hijriah. Sebagia seorang ahli tasawuf, Dzu al-Nun memandang bahwa ulama-ulama Hadits dan Fiqih memberikan ilmunya kepada masyarakat sebagai salah satu hal yang menarik keduniaan disamping sebagai obor bagi agama. Pandangan hidupnya yang cukup sensitif barangkali yang menyebabkan banyak yang menentangnya. Tidak sampai di situ, bahkan para Fuqaha mengadukannya kepada ulama Mesir yang menuduhnya sebagai orang yang zindiq, sampai pada akhirnya dia sampai memutuskan untuk sementara waktu pergi dari negerinya dan berkelana ke negeri lain. Namun sekembalinya dari perkelanaan tersebut, orang banyak tetap menuduhnya sebagai seorang yang zindiq. Bahkan orang-orang menuruhnya untuk pergi ke Baghdad menemui khalifahuntuk menerima pengadilan. Akan tetapi di Baghdad ada banyak sufi yang berasal dari mesir dan diantara mereka ada yang bekerja sebagai pegawai di lingkungan istana, dan merekalah yang mengusahakan kebebasan Dzu al-Nun tersebut. Ternyata kemudian ajarannya diterima di Baghdad. Sekembalinya di Mesir, ia kembali mengjarkan ajaran tasawufnya dan semenjak itu pula tasawuf berkembang dengan pesat di kawasan mesir. Jasa-jasa Dzu al-Nun yang paling besar adalah sebagai peletak dasar tentang jenjang perjalanan sufi menuju Allah, yang disebut al-maqomat. Ajarannya member petunjuk arah jalan menuju kedekatan dengan Allah sesuai dengan pandangan sufi. Disamping itu, dia juga pelopor doktrin al-makrifah. Dalam hal ini ia membedakan antara pengetahuan dengan keyakinan. Menurutnya, pengetahuan merupakan hasil pengamatan inderawi, yaitu apa yang ia dapat diterima melalui panca indera. Sedangkan keyakinan adalah hasil dari apa yang dipikirkan dan / atau diperoleh melalui intuisi. Dia membagi tiga kualitas pengetahuan, yaitu: 1. Pengetahuan orang yang beriman tentang Allah pada umumnya, yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui pengakuan atau syahadat. 2. Pengetahuan tentang keesaan Tuhan melalui bukti-bukti dan pendemonstrasian ilmiah dan hal ini merupakan milik orang-orangyang bijak, pintar dan terpelajar. 3. Pengetahuan tentang sifat-sifat Yang Maha Esa, dan ini merupakan milik orang-orang yang shaleh (wali Allah) yang dapat mengenal wajah Allah dengan mata hatinya. Ketika Dzu al-Nun ditanya tentang bagaimana ia mengenal Tuhan, maka dia menjawab: “Aku mengenal Tuhan karena Tuhan sendiri, kalau bukan karena Tuhan, aku tidak akan mengenal Tuhan” Dzu al-Nun menerangkan, bahwa cirri-ciri makrifat itu ialah seseorang menerima segala sesuatu itu adalah atas nama Allah dan memutuskan segala sesuatu itu dengan menyerahkan kepada Allah, serta menyenangi segala sesuatu hanya semata-mata karena Allah. Ucapan hikmah lain dari Dzu al-Nun al-Mishri adalah: “Pangkal pembicaraan pada empat hal: Mencintai Allah Yang Maha Agung, membenci kekikiran, mengikuti Al-Qur’an, dan takut berubah.” Dzun al-Nun al-Mishri Rahimahumullah pun pernah berkata, “Al-Hikmah tidak akan pernah tinggal pada seseorang yang pada perutnya penuh dengan makanan.” Pernah juga ditanya tentang tobat, lalu dijawab, “Tobat orang awam adalah perbuatan dosa, sedangkan tobat orang khusus dari kelengahan.” 4. Abu Hamid Al-Ghazali Menurut Abu al-Wafa’ al-Ganimi al-Taftazani, ada dua corak tasawuf yang berkembang di kalangan sufi, yaitu pertama, corak tasawuf sunni, di mana para pengikutnya memagari tasawuf mereka dengan Alquran dan as-Sunnah serta mengaitkan keadaan dan tingkatan rohaniah mereka dengan keduanya. Kedua, corak tasawuf semi-filosofis, di mana para pengikutnya cenderung pada ungkapan-ungkapan ganjil (syathahat) serta bertolak dari keadaan fana menuju pernyataan tentang terhadinya penyatuan ataupun hulul. Pendapat senada juga diungkapkan oleh Simuh dengan menggunakan istilah yang berbeda. Simuh menyatakan bahwa pada dua corak tasawuf yaitu union mistik dan personal/transendentalis mistik. Union mistik yaitu suatu corak tasawuf yang memandang manusia bersumber dari Tuhan dan dapat mencapai penghayatan kesatuan kembali dengan Tuhannya. Sedangkan personal/transendentalis mistik yaitu suatu corak tasawuf yang menekankan aspek personal bagi manusia dan Tuhan. Pada paham ini hubungan manusia dengan Tuhan dilukiskan sebagai hubungan antara makhluk dengan khalik Dari dua corak tasawuf tersebut, menurut Abdul Qadir Mahmud, al-Gazali masuk pada kelompok yang memiliki corak tasawuf sunni, bahkan di tangan al-Gazali lah tasawuf sunni mencpai kematangannya. Mahmud berpendapat, para pemimpin sunni pertama telah menunjukkan ketegaran mereka menghadapi gelombang pengaruh gnostik barat dan timur, dengan berpegang teguh pada spirit Islam, yang tidak mengingkari sufisme yang tumbuh dari tuntunan Alquran, yang membawa syariat, juga yang menyuguhkan masalah-masalah metafisika. Mereka mampu merumuskan sufisme yang islami dan mampu bertahan terhadap pelbagai fitnah yang merongrong aqidah Islam di kalangan sufirme. Sufisme sunni akhirnya beruntung mendapatkan seorang tokoh pembenteng dan pengawal bagi spirit metode Islami yaitu al-Gazali, yang menempatkan syariat dan hakikat secara seimbang. Di tangan al-Gazali tasawuf menjadi halal bagi kaum syariat, sesudah kaum ulama memandangnya sebagai hal yang menyeleweng dari Islam. Konsepsi al-Gazali yang mengkompromikan antara pengalaman sufisme dengan syariat telah dijelaskan di dalam kitabnya yang terkenal yaitu Ihya Ulumuddin. Karya besar ini terdiri dari 4 jilid. Jilid pertama dan kedua berisi ajaran syariat dan aqidah disertai dasar-dasar ayat-ayat suci Alquran serta hadis dan penafsirannya. Dibahas pula bagaimana tingkat-tingkat pengamalan syariat yang sempurna lahir batin. Pada jilid ketiga dan keempat, khusus membahas tasawuf dan tuntunan budi luhur bagi kesempurnaan sebuah pengamalan syariat. Dimulai dengan membahas keajaiban hati beserta nafsu-nafsu, amarah, lawwamah dan mutmainnah yang ketiganya saling berebut untuk menguasai batin manusia. Kemudian dilanjutkan tantang ajaran jihad akbar untuk memerangi dan menguasai nafsu amarah dan lawwamah, yakni ajaran tentang penyucian hati yang dalam ajaran tasawuf diartikan memutuskan setiap persangkutan dengan dunia, dan mengisi dengan sepenuh hati hanya bagi Tuhan semata. Kemudian dilanjutkan tentang cara mengkonsentrasikan seluruh kesadaran untuk berzikir kepada Allah. Hasil dari zikir adalah fana dan ma’rifat kepada Allah. Dengan demikian, corak tasawuf al-Gazali lebih menekankan pada aspek pendidikan moralitas bagi para pencari kebenaran. 4.1 Maqamat-maqamat dalam Tasawuf al-Gazali Maqamat-maqamat yang diajarkan oleh al-Gazali terdapat di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, khususnya juz IV. Di dalam bagian tersebut diuraikan secara berturut-turut sebagai berikut: Kitab al-Taubah, Kitab al-Sabr wa al-Syukr, Kitab al-Khauf wa al-Raja, Kitab al-Faqr wa al-Zuhd, Kitab Tauhid wa al-Tawakkal, Kitab al-Mahabbah wa al-Syauq qa al-Uns wa al-Ridha, Kitab al-Niyyah wa al-Ikhlas wa al-Sidq, Kitab al-Muqarabah wa al-Muhasabah, Kitab al-Tafakkur, dan Kitab Zikr al-Maut wa Ba’dah. Maqamat-maqamat ini menjelaskan beberapa point yang dianggap penting untuk memahami konsep tasawuf yang diajarkan oleh al-Gazali, di antaranya: Konsep taubat, zuhud, tawakkal, dan ma’rifah. a. Taubat Pemahaman tentang taubat, menurut al-Gazali mencakup tiga hal: Ilmu, sikap (hal), dan tindakan. Ilmu adalah pengetahuan seseorang tentang bahawa yang diakibatkan dosa besar. Pengetahuan itu melahirkan sikap sedih dan menyesal, yang melahirkan tindakan untuk bertaubat. Tobat harus dilakukan dengan kesadaran hati yang penuh dan berjanji pada diri seindiri untuk tidak mengulangi perbuatan dosa. b. Zuhud Dalam keadaan ini seorang calon sufi harus meninggalkan kesenangan duniawi dan hanya mengharapkan kesenangan ukhrawi. Al-Gazali membagi tingkatan zuhud dari segi tingkatan motivasi yang mendorongnya kepada tiga tingkatan:  Zuhud yang didorong oleh rasa takut terhadap api neraka dan yang semacamnya. Zuhud dalam tingkatan ini adalah zuhudnya orang-orang pengecut.  Zuhud yang didorong oleh motif mencari kenikmatan hidup di akhirat. Zuhud dalam tingkatan ini adalah zuhudnya orang-orang yang berpengharapan, yang hubungannya dengan Allah diikat oleh ikatan pengharapan dan cinta, bukan ikatan takut.  Zuhud yang didorong oleh keinginan untuk melepaskan diri dari memperhatikan apa saja selain Allah dalam rangka membersihkan diri daripadanya dan menganggap remeh terhadap apa yang selain Allah. Zuhud dalam tingkatan inilah yang merupakan sikap zuhud para arifin. c. Tawakal Tawakal dalam tasawuf diartikan berserah diri kepada kehendak Tuhan seperti halnya mayat di depan orang yang memandikannya. Tawakal dalam pengertian tasawuf adalah suatu syarat mutlak sebagai tangga memutuskan segala ikatan dengan dunia secara total dan final. Tanpa jiwa tawakal seperti itu, hati tidak akan terbebas dari belenggu. Menurut al-Gazali, sikap tawakal lahir dari keyakinan yang teguh akan kemahakuasaan Allah sebagai pencipta. Dia berkuasa melakukan apa saja terhadap manusia. Walaupun demikian, harus pula diyakini bahwa Dia juga Maha Rahman, Maha Pengasih, tak pilih kasih pada makhluknya. Karena itu, manusia seharusnya berserah diri kepada Tuhannya dengan sepenuh hati. d. Ma’rifah Ma’rifah (gnosis) secara umum diartikan sebagai ilmu atau pengetahuan yang diperoleh melalui akal. Sedangkan menurut tasawuf, ma’rifah berarti mengetahui Allah Swt dari dekat. Bagi al-Gazali, ma’rifah bukan hanya diartikan melihat Tuhan, tetapi juga mengetahui rahasia Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada. Ma’rifah pada Allah bukan merupakan ilmu yang dapat ditangkap dengan panca indera dan akal pikiran, tetapi merupakan suatu pengalaman dan penghayatan yang bersifat langsung. Alat yang digunakan untuk mendapatkan ma’rifah adalah qalbu. Menurut al-Gazali, qalbu bagaikan cermin. Sementara ilmu adalah pantulan gambar realitas yang terdapat di dalamnya. Jelasnya, jika cermin qalbu tidak bening, maka ia tidak dapat memantulkan realitas-realitas ilmu. Adapun penyebab qalbu tidak bening adalah hawa nafsu, maka untuk mendapatkan hati yang bening, seorang sufi harus berpaling dari hawa nafsu. Memperoleh ma’rifah merupakan proses yang bersifat terus menerus. Makin banyak seorang sufi memperoleh ma’rifah, makin banyak pula yang diketahuinya tentang rahasia Tuhan dan semakin dekatlah ia kepada-Nya. Proses yang dilakukan oleh seorang sufi untuk memperoleh ma’rifah yaitu dengan cara riyadhah dan mujahadah dalam beribadah. Keterikatan am’rifah dengan amal (ibadah) inilah yang membedakan konsepsi ma’rifah al-Gazali dengan konsepsi ma’rifah Abu Yazid al-Bustami, yang menganggap ketekunan dalam ibadah sebagai pertanda tidak layaknya orang memperoleh ma’rifah dari Tuhan. Selanjutnya, al-Gazali menjelaskan bahwa ma’rifah ini menimbulkan mahabbah (mencintai Tuhan), dan mahabbah baginya bukan mahabbah sebagai yang diucapkan Rabi’ah al-Adawiyah, tetapi mahabbah dalam bentuk cinta seseorang kepada yang berbuat baik kepadanya, cinta yang timbul dari kasih dan rahmat Tuhan kepada manusia yang memberi manusia hidup, rizki, kesenangan dan lain-lain. Kadar mahabbadh seorang sufi ditentukan oleh kedalaman ma’rifah yang dimilikinya. Semakin kuat ma’rifahnya, semakin kuat mahabbahnya. Menurut al-Gazali ma’rifah dan mahabbah adalah derajat tertinggi yang dapat dicapai seorang sufi. Sekilas Sejarah Tasawuf oleh Muhammad Ikhsan A. Pendahuluan Selama ini umat Islam cenderung memahami agama Islam secara sempit. Islam dipahami sebagai agama yang di dalamnya terdapat aturan-aturan yang hanya berkisar pada wilayah ibadah, muamalah, dan aqidah. Sehingga agama sering dipandang sebagai aturan-aturan yang bersifat ketat dan kaku dan cenderung terlihat sebagai kegiatan-kegiatan lahiriyah semata walaupun orientasinya mengarahkan manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ada aspek yang banyak dibicarakan atau sekedar diketahui oleh banyak orang tentang Islam yang sangat mewarnai perjalanan sejarah Islam dari dulu hingga sekarang yang tidak henti-hentinya menjadi bahan kajian dan perdebatan baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat luas baik di perkotaan maupun di tingkat pedesaan. Aspek ini dikenal dengan istilah tasawuf atau sebagaimana yang dikenal para orientalis sebagai mistisme dalam Islam. Tasawuf adalah aspek bathiniyah yang merupakan upaya dalam mencari kecintaan dan kesempurnaan rohani. Para sufi berpandangan bahwa ketika ilmu fiqih mengatur umat Islam dalam beribadah dan bermu'amalah, maka kegiatan tersebut merupakan amalan yang bersifat dhahir, sedangkan ilmu tasawuf mengatur batin dan jiwa manusia yang berarti menguasai wilayah bathinyah dalam beragama. Perjalanan tasawuf dari masa ke masa tidak lepas dari pengaruh sejarah yang melekat di dalamnya sebagaimana perjalanan Islam dari masa kemunculan, masa keemasan dan masa kemunduran. Peran tasawuf sangat penting dalam kiprah sosio-politik nya terlebih peranan tarekat sebagai lembaga yang memiliki peran agama dan sekaligus politik dalam sejarah peradaban Islam. Begitu banyak persoalan umat Islam yang disandingkan dengan tasawuf. Masa kemunduran intelektual, era mistis yang begitu kental, dan ketertinggalan umat Islam sempat dialamatkan kepada tasawuf sejak mulai perbedaan terminologi hingga keaslian ajaran. Maka melalui sudut pandang historis, makalah ini berupaya mendeskripsikan asal usul tasawuf, kiprahnya dalam sosio-politik, keilmuan Islam, dari pertumbuhan hingga kemunculan tarekat sebagai wadah gerakan. B. Asal-Usul Tasawuf Dari sisi istilah, para ilmuwan Islam dan para orientalis sampai saat ini masih berdebat tentang asal-usul istilah Tasawuf. Ada pendapat bahwa tasawuf dipengaruhi oleh agama dan tradisi sebelumnya, seperti terambil dari kata shuf, yaitu bulu kasar (wool). Pakaian ini merupakan karakteristik dari pendeta Kristen wilayah Timur. Ada kata Tasawuf juga yang mengatakan berasal dari kata Shafa yang berarti bersih, sebab tujuan kaum sufi adalah kebersihan bathin. Adapula yang mengambil dari kata Shufah yang terambil dari sebuah kamar di samping masjid Rasulullah di Madinah, yang disediakan untuk para sahabat-sahabat Nabi yang miskin tetapi kuat imannya, yang makan minumnya ditanggung oleh orang-orang yang mampu di Madinah. Mereka ini dinamakan ahl al-Shuffah. Kata tasawuf juga disandarkan pada kata Shaff , yaitu barisan shaf ketika sholat. Sebab yang kuat imannya dan murni kebathinannya itu biasanya ketika sholat memilih shaf pertama. Sedangkan Von Hamer menyatakan bahwa Tasawuf terambil dari bahasa Yunani, yaitu Theos dan shopos. Theos berarti Tuhan dan shopos berarti hikmah. Jadi Theoshofis berarti hikmah ketuhanan. Namun pendapat ini banyak dibantah, misalnya ketika kita merujuk pada pendapatnya Ibn Taimiyyah yang menerangkan bahwa istilah tasawuf itu telah digunakan oleh ulama fikih dan orang-orang sufi sebelum abad ketiga Hijriyah, Imam Ahmad ibn Hanbal, Abu Sulaiman al-Darani, dan juga diriwayatkan dari Abu Sofyan al-Tsaury, bahkan ada yang mengatakan Hasan Basri telah menggunakan istilah ini. Jadi, dengan demikian, kata tasawuf itu telah lumrah dipakai oleh orang-orang Arab sebelum ilmu pengetahuan Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Kata Tasawuf memang sudah lumrah digunakan pada abad kedua Hijriyah walaupun sering disebut-sebut pada abad pertama Hijriyah. Orang yang mula-mula diberi gelar sebagai orang sufi adalah Abu Hasyim dari kota Kufah yang meninggal pada tahun 150 H atau 761 M. Akan tetapi orisinalitas ajaran Tasawuf banyak diperdebatkan. Beberapa kalangan menyatakan bahwa Tasawuf bersumber dari ajaran Persia atau Hindu atau Nasrani. Misalnya tentang Ma'rifat (Gnosis), yang merupakan sisa-sisa ajaran filsafat Yunani terutama aliran filsafat yang ada di kota Alexandria. Paham fana' yang merupakan ajaran Nirwana agama Hindu. Bahkan menurut Asywadie, paham Hulul dan Wihdat al-wujud berasal dari ajaran filsafat yang terdapat di sekitar daerah India dan Iran yang mistis. Akan tetapi, menurut hemat penulis, ajaran Tasawuf walaupun istilah ini tidak digunakan serta belum dikenal pada masa Nabi dan sahabat, namun telah dipraktekkan oleh Nabi dan para sahabat serta para Tabi'in. Adapun pengaruh-pengaruh tersebut di atas muncul kemudian. C. Masa Awal (Abad I dan II H) Kehidupan sufi memang telah tercermin dari kehidupan Nabi saw. Kehidupan yang sederhana dan jauh dari kemewahan namun rohani yang senantiasa mengingat sang Khaliq. Perilaku zuhd dan penuh ketaqwaan dan kecintaan kepada Allah swt merupakan pedoman yang digunakan pula oleh para sahabat dalam mengikuti perjalanan rohani Nabi. Begitu pula lingkungan sekitar beliau yang dipenuhi para keluarga dan sahabat terbentuk komunitas yang saleh dan nilai rohani yang tinggi jauh dari keserakahan duniawi. Dari sinilah Nabi saw dan para sahabat menjadi prototype kehidupan sufi. Dari lingkungan kecil orang-orang saleh di sekeliling Nabi itu muncul suatu patokan yang dipakai oleh para Sufi : tiga sikap yakni Islam, Iman dan Ihsan. Al-Qur'an menyebut tentang Islam dan Iman, Islam berarti kepasrahan mutlak dan tunggal dari orang yang beriman kepada kehendak Tuhan dan penerimaannya yang sempurna atas perintah Tuhan seperti yang dikabarkan dalam al-Qur'an; sedang Iman merupakan segi kejiwaan dalam Islam. Dengan demikian, seorang muslim bukan selamanya mukmin, tetapi seorang mukmin pasti seorang muslim. Sedangkan tentang ihsan, menurut hadis oleh Nabi sendiri-ditambah pengertian "bahwa kamu menyembah Allah seakan-akan kau melihat-Nya," sebab meskipun manusia tidak melihat Allah, Allah senantiasa melihat manusia, dan al-Qur'an menekankan bahwa "rahmat menyertai mereka yang menjalankan ihsan (al-Muhsinun)" (7:5). Dengan penambahan unsur ketiga ini, dimulai proses "pembatinan" (interiorization) Islam yang sempurna; sebab seorang penganut harus merasakan bahwa setiap saat ia berada di hadapan Tuhan, bahwa ia harus berlaku penuh hormat dan puja serta tidak terjerumus lagi pada "lelap dalam kelalaian," tak pernah melupakan kehadiran ilahi yang merengkuh segalanya. Sejarah mencatat, pasca terbunuhnya Ali pada tahun 661 dan berdirinya dinasti Bani Umayyah, aliran-aliran yang berbeda-beda dalam masyarakat menjadi semakin mencolok. Ekspansi terus-menerus yang dilakukan kekaisaran muslim menyebabkan para Sufi merenungkan perbedaan antara ancaman akhirat yang tercantum dalam al-Qur'an dengan pentingnya mengembangkan wilayah kekuasaan Islam. Dinasti ini dituduh menghamba kepada dunia dan kurang beriman, bahkan para sufi sering menyamakan "pemerintah" dengan "kejahatan". Madinah, kota Nabi, merupakan suatu pusat kaum konservatif yang beriman, kelompok-kelompok lain tinggal di pemukiman-pemukiman Muslim yang baru di Irak, propinsi dimana kaumnya bersikap memusuhi Syria, yakni negeri tempat Umayyah mendirikan ibukotanya. Nama yang dikenal menentang sikap pemerintah ini dikenal sebagai imam para Sufi yaitu Hasan al-Basri (728 M). Ia adalah saksi penaklukan-penaklukan gemilang bangsa Arab tahun 711, ketika mereka berhasil menyeberangi selat Jibraltar, mencapai Sind, lembah Indus hilir, dan meletakkan dasar bagi pemerintahan muslim yang masih berlanjut di Pakistan hingga saat ini. Hasan al-Basri melihat fenomena ini sebuah keadaan yang membahayakan bagi masa depan Islam. Kaum muslim kehilangan ruh kebathinannya, mereka berlomba-lomba untuk mengejar kehidupan dunia dan melupakan tentang akhirat serta tidak takut pada ancaman-ancaman yang tercantum dalam al-Qur'an bagi mereka yang menghamba pada dunia. Hasan al-Basri adalah orang yang mula-mula membicarakan tentang ilmu-ilmu kebathinan, kemurnian akhlak, dan usaha-usaha untuk membersihkan jiwa. Pembicaraan ini dilakukan di masjid Basrah. Segala sesuatu tentang kerohanian diukurnya dari sunnah-sunnah Nabi. Dasar ajarannya dalah zuhd terhadap dunia, menolak kemegahan dunia semata-mata menuju Allah, bertawakkal kepada-Nya, Khauf (takut) dan Raja' (pengharapan). Menurutnya, antara rasa takut kepada kemurkaan Allah, tetapi ikutilah itu dengan pengharapan. Takut akan murka-Nya tetapi mengharap karunianya. Konsep khauf dan Raja' ini kemudian ditingkatkan oleh Rabiah al-Adawiyah dengan zuhd karena cinta. Cinta yang telah suci murni itu lebih tinggi dibanding takut dan pengharapan. D. Masa Perkembangan Dan Pembentukan (abad III dan IV) Ketika memasuki abad ketiga dan keempat Hijriyah, ilmu tasawuf berkembang dan telah menunjukkan isinya yang dibagi menjadi tiga hal pokok. Ilmu jiwa, ilmu akhlak, dan methapisika. Misalnya, konsep cinta yang semula dimunculkan oleh Rabi'ah al-Adawiyah ditambah oleh Ma'ruf al-Karkhi dengan thuma'ninah (ketenangan jiwa), sebagai hasil perolehan jiwa karena cinta. Sedangkan Haris al-Muhasibi menjelaskan bahwa cinta adalah anugerah Allah yang ditempatkan ke dalam hati orang yang mencintainya. Kalau cinta itu telah tumbuh, belum tercapai tujuannya sebelum bersatu (ittihad) antara yang mencintai dan yang dicintai. Kalau pada abad kedua Hijriyah Tasawuf hanya dikenal di kota Kufah dan Bashrah, maka pada permulaan abad ketiga, tasawuf telah berkembang keluar sampai ke kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahan Bani Abbasiyah. Kemudian Tasawuf mengalir dari Baghdad menuju ke Persia kemudian Mesir, Syam dan Semenanjung Arabia. Adapun tokoh yang terkenal pada zaman ini diantaranya adalah Zunnun al-Mishri (860 M). Beliau adalah murid dari Imam Malik dan boleh dikatakan bahwa beliaulah yang pertama-tama menetapkan teori-teori dasar dalam ilmu Tasawuf seperti ma'rifat (Gnosis), stasiun-stasiun (maqamat), dan keadaan mental (ahwal). Kemudian ada Abu Yazid al-Bustami (877 M) yang melahirkan konsep hulul atau perpaduan antara hamba dan Tuhan serta munculnya istilah al-Sakr (mabuk). Sedangkan Junayd al-Baghdadi (910 M) beranggapan yang terpenting adalah "ketenangan hati" sebagai keadaan tertinggi sesudah sakr (mabuk) sebagai kondisi dimana sekali lagi orang menyadari dirinya berada dalam "hidup Tuhan", yakni segala sifatnya, yang sudah berubah wujud dan sepenuhnya bersifat rohani, dikembalikan kepadanya. Bukan fana' sebagai tujuan akhir melainkan Baqa', suatu kehidupan baru dalam Allah. Adapun sufi terbesar dalam sejarah adalah Mansyur al-Hallaj. Pada masanya lah puncak perkembangan tasawuf. Pandangannya telah menggegerkan dunia fikih. Ia sempat berguru dengan Junayd dan mengembara ke India, Khurasan, dan Turkistan, untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman. Terdapat tiga pokok ajaran al-Hallaj, yakni hulul, al-Haqiqatul muhammadiyah (Nur Muhammad), dan wihdat al-Adyan. Dari kilasan sejarah di atas nampak bahwa ajaran tasawuf telah berkembang menjadi ajaran mistis dengan pengaruh dari agama dan tradisi-tradisi luar akibat dari meluasnya kekuasaan dan komunikasi Islam dengan dunia luar. Pada masa tersebut juga dimulainya kemunculan tarekat yang akan disinggung pada sub tersendiri. E. Masa Pertentangan Dan Konsolidasi (abad V H) Bibit-bibit pertentangan antara ulama fiqih dan tasawuf sebenarnya telah muncul pada abad ketiga dan keempat Hijriyah. Puncaknya adalah dengan dieksekusinya al-Hallaj yang berdampak sangat buruk terhadap keberadaan tasawuf. Hal ini diperparah ketika berkembang madzhab Syi'ah Ismailiyyah, yaitu madzhab yang ingin mengembalikan kekuasaan keturunan Ali ibn Abi Thalib ke atas singgasana khalifah, melalui ajaran-ajaran tertentu yang sangat dirahasiakan. Yang saat itu dikenal dengan Imam 12 serta tentang kemunculan imam mahdi. Propaganda tersembunyi ini ternyata berkolaborasi dengan kepercayaan kaum sufi tentang adanya waliullah. Kedekatan Syi'ah dengan sufi tentu saja memunculkan sikap-sikap dan gerakan anti sufi di sela-sela pertikaian sunni dan syi'ah. Disamping itu, abad kelima dikenal abad perkembangan filsafat dan masuknya filsafat pada ajaran tasawwuf yang melahirkan filsafat tasawuf yang merupakan perpaduan antara Neo-Platonisme dan dipihak lain dengan ajaran Persia dan India. Dalam kemelut yang berkepanjangan, tampil tokoh yang mecoba mendamaikan ini semua. Ia adalah Abu Hamid al-Ghazali (1111 M). beliau hidup di zaman Nizam al-Mulk seorang menteri besar kerajaan Bani Saljuk. Beliau banyak mengkritik para ulama ilmu kalam yang banyak mengambil cara-cara berpikir kaum filsafat untuk menguatkan dasar ilmu kalam. Menurutnya, filsafat tidaklah akan memperkokoh pendirian keTuhanan melainkan akan menggoyahkannya. Berbeloknya ketertarikan al-Ghazali merupakan sebuah fenomena tersendiri dalam menjawab semua keraguannya yang telah lama ada dalam dirinya. Kendatipun demikian, beliau banyak mengakui kesalahan para sufi sebelumnya. Namun kesalahan itu dapat diperbaiki asal saja dua perkara ini tidak boleh dipisahkan, yang pertama adalah ilmu dan yang kedua adalah amal. Karya terbesar al-Ghazali adalah 'Ihya ulum al-Din dimana beliau berupaya untuk mendamaikan antara yang dhahir dan yang bathin, antara fiqih dan tasawuf serta ilmu kalam. Hal ini kemudian banyak dijalankan oleh ulama kita sepeninggalan beliau. Yakni mulai terjadinya upaya-upaya pendekatan antara para fukaha dan sufi, antara ahl al-Syari'ah dan ahl al-Haqiqah, antara syariat dan tasawuf. fenomena pendekatan ini melahirkan Neo-sufisme. Sebagaimana yang dikutip oleh Azyumardi Azra, Istilah ini diciptakan oleh Falzur Rahman. Neo-sufisme adalah tasawuf yang telah diperbaharui, yang terutama dilucuti dari ciri dan kandungan ekstatik dan metafisiknya, dan digantikan dengan kandungan yang tidak lain dari dalil-dalil ortodoksi Islam. Tasawuf model ini menekankan dan memperbaharui faktor-faktor moral asli dan kontrol diri yang puritan dalam tasawuf dengan mengorbankan ciri-ciri berlebihan dari tasawuf popular yang menyimpang (unorthodox Sufism), pusat perhatian neo-sufisme adalah rekonstruksi sosio-moral dari masyarakat muslim. F. Masa sinkretisme dan kemunduran (abad VI –VIII H) Sejarah mencatat, kegigihan al-Ghazali dalam menahan deras arus filsafat yang masuk ke dalam tasawuf tidak berlangsung lama. Sepeninggal beliau, pada abad keenam, datang aliran baru yatiu sinkretisme (perpaduan) antara ajaran tasawuf dengan filsafat. Ajaran ini merupakan kelanjutan upaya penyelelidikan cara filosofis dalam membuka hijab yang membatasi antara kehidupan lahir dan kehidupan bathin, mencari apa rahasia yang tersembunyi dibalik layar itu. Ajaran tasawuf pada abad dan ketujuh ini lebih diperkuat pada latihan (riyadhah) dan perjuangan bathin (mujahadah) melalui ibadah dan dzikir. Kemudian muncul istilah-istilah kasyaf, tajalli, wihdat al muthlaqah, hulul dan ittihad. Tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Ibn Arabi yang telah menegakkan ajaran tasawuf berdasarkan renungan filosofis dan perasaan tasawuf sehingga membentuk suatu aliran tasawuf baru dengan ajaran wihdatul wujudnya. Munculnya ajaran-ajaran yang dibawa oleh Ibnu Arabi menyulut kembali pertentangan lama. Diantara yang menentangnya secara tidak langsung adalah Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Ibn Khaldun, Ibn Hajar al-Asqalani dan Ibrahim al-Biqa'i. Kemunduran sufi nampak pada potret kehidupan sufi di Persia. Walaupun di dalamnya lahir tokoh besar sufi seperti Abu Said (1049 M) dan Jalaluddin Rumi (1273 M), yang menganut madzhab wihdat al-wujud, namun peristiwa bersejarah yaitu naiknya kerajaan Shafawi di Persia pada tahun 1502 M dengan raja Syah Ismail membuat nasib tasawuf di Persia semakin memburuk. Syah Ismail menyatakan madzhab Syi'ah sebagai madzhab Negara dan sangat membenci tasawuf dan orang-orang ahl sunnah. Para sufi dikejar-kejar dan dibunuh. Sejak itu tidak banyak dikenal orang lagi ulama tasawuf Persia, hanya ada seorang yang dikenal dengan nama Hafiz Syirazi. Tasawuf terpaksa pindah dan berkembang di India. Tokohnya adalah Syah Waliullah Dahlawi dan Majdudi Alf al-Tsani. Peristiwa jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol berimplikasi besar pada dunia Islam yang bergulir terus hingga berpindahnya kekuasaan dari Asia kecil ke tangan Turki Utsmani membuat umat Islam pada umumnya mengembangkan sikap taqlid. Dari kalangan sufi timbul kegiatan membesar-besarkan kubur para wali, dan campur aduknya tasawuf dengan paham-paham yang lain membuat tasawauf masa ini semakin jauh dari ajaran Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan sebelumnya menggugah Ibn Taimiyyah dan muridnya untuk bangkit menentang ajaran wihdat al-wujud, hulul, dan ittihad sehingga lahir buku kecil yang khusus menentang Ibn Arabi yang bernama "Al-Rad 'Ala Ibn 'Arabi". Usaha kedua menjadi inspirasi bagi Syekh Abdul Wahab pada abad keduabelas Hijriyah untuk meneguhkan kembali paham sunnah di tanah Arab berdasarkan madzhab Hambali. Paham ini dikenal dengan paham Wahabi yang dilanjutkan oleh Raja-raja keturunan Ibn Su'ud. G. Tarekat dan Perkembangannya Sebagaimana yang tergambar sebelumnya, bahwa tarekat mulai muncul pada abad ketiga Hijriyah. Pada awalnya tarekat merupakan gerakan individual yang dipraktekkan oleh para sufi. Untuk mencapai atau mendekatkan diri kepada Tuhan, maka para sufi mengikuti tarekat yang berarti olah bathin, latihan-latihan, dan bermujahadah di bidang kerohanian. Kegiatan yang bersifat individual tersebut kemudian pada masanya al-Hallaj mulai diajarkan kepada orang lain yang kemudian juga dipraktekkan oleh para sufi besar lainnya. Dengan demikian timbullah dalam sejarah Islam kumpulan-kumpulan sufi yang memiliki sufi tertentu sebagai syekhnya dengan tarekat tertentu sebagai amalannya, juga pengikut-pengikut atau murid-murid. Pengajaran yang bersifat kolektif ini menggambarkan sebuah hubungan antara guru (mursyid) dan murid sebagai hubungan yang nantinya akan menjadi sandaran bagi munculnya gerakan tarekat yang sistematis dalam bentuk organisasi maupun jaringan. Pada abad ketiga Hijiryah, gerakan tarekat lebih cenderung terbagi menjadi dua jaringan. Yang pertama aliran Iraqi, yakni aliran yang berkebalikan dengan aliran kedua yaitu aliran Khurasani yang berlandaskan ajaran Abu Yazid al-Bustami dengan ciri ekstase dan sakr. Dalam perjalannya aliran Iraqi dengan ajaran dari Junayd al-baghdadi nampaknya dapat diterima secara luas karena kesesuaiannya dengan ortodoksi Islam. Sejak permulaan abad ketiga belas, beberapa pusat dari daerah tertentu menjadi bibit-bibit tarekat, aliran-aliran mistik atau pusat pengajaran. Hal ini terjadi apabila suatu pusat atau jama'ah terpusat pada seorang pembimbing (mursyid) dalam suatu cara yang baru dan beralih menjadi suatu aliran yang didesain untuk melestarikan namanya, jenis pengajarannya, latihan-latihan mistik, dan aturan kehidupannya. Setiap tarekat ini diturunkan melalui mata rantai yang berkesinambungan atau isnad mistikal. . Spencer Trimingham membagi kawasan tarekat menjadi tiga kawasan utama. Yang pertama adalah kawasan Mesopotamia yang meliputi Baghdad, Syiria, hingga Mesir. Alur utamanya mengikuti Junayd al-Baghdadi, Ma'ruf al-Karkhi dan Sari al-Shaghati. Tarekat yang utama di daerah ini adalah Sughrawardiyah, Rifa'iyah, dan Qadiriyah. Yang kedua adalah kawasan Mesir dan Mghribi dengan tarekat Syadziliyahnya. Yang ketiga kawasan Iraqi dan Khurasani yang berkaitan dengan ajaran dari Junayd al-Baghdadi dan Abu Yazid al-Busthami. Dalam pandangan Fazlur Rahman, fenomena tarekat menjadi jaringan yang luas tidak semata-mata disebabkan oleh faktor agama saja melainkan juga dipengaruhi oleh faktor sosio-politiknya. Sufisme menurutnya menawarkan suatu pola kehidupan sosial yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial ditengah cengkeraman otoritas Negara. Pada masa kesatuan politik Islam mulai runtuh, organisasi-organisasi sufi memberikan tempat perlindungan bagi rakyat yang merasa tidak aman dari sultan-sultan yang zalim. Dengan bentuknya yang telah terorganisir, tarekat sebagai gerakan sufisme berfungsi sebagai bentuk protes terhadap tirani politik. Di Turki misalnya, gerakan sufi telah memiliki andil dalam pemberontakan menentang Negara dari abad 7 H/13 M hingg abad 11 M/17 M. Di Afrika, berbagai macam ordo sufi terus menerus melakukan perlawan militer terhadap kekuatan-kekuatan Kolonial Eropa.Begitu pula gerakan sufi melawan ulama bukan semata-mata karena alasan agama melainkan kaum ulama terikat hubungan intim dengan penguasa. H. Penutup Tasawuf adalah fenomena yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dari Islam. Menurut kalangan orientalis, tanpa tasawuf maka Islam tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa sisi bathin dalam ajaran Islam memiliki peran yang sangat substansial sebagai aspek bathiniyah dalam menyokong kegiatan lahiriyah Islam. Istilah Tasawuf sendiri pada dasarnya telah dipergunakan pada abad kedua hijriyah. Sedangkan orisinalitas ajarannya banyak diperdebatkan. Hal ini disebabkan oleh pertemuan umat Islam dengan berbagai budaya sehingga unsur-unsur mistis dan paham-paham filsafat berbaur ke dalam ajarannya. Sehingga ajaran tasawuf yang awanya sederhana, terbagi menjadi beberapa pokok seperti ilmu jiwa, ilmu akhlak, dan metaphisik. Tasawuf sempat terseret dalam arus perebutan kekuasaan sehingga nuansa perebutan politik sempat mengancam keberadaan dan kelangsungan ajarannya. Begitu pula pertempuran antara fiqih dan filsafat menjadikan tasawuf semakin tidak menentu. Tokoh yang berupaya mendamaikan ketiganya adalah al-Ghazali, walaupun, pasca beliau tasawuf yang bernuansa filsafat kembali marak dengan tokohnya Ibn Arabi. Akan tetapi, masa gelap tasawuf masih berlangsung sehingga mengkhawatirkan kalangan ulama lain sehingga ada upaya pembersihan tasawuf dari dunia Arab dengan gerakan wahabinya. Tarekat yang pada mulanya sebagai gerakan indivu kamu sufi, kini telah menjadi gerakan kolektif dengan lembaga-lembaga yang besar. Tarekat bukan hanya menjadi wadah untuk melakukan aktivitas spiritual, melainkan telah menjadi bagian aktivitas sosial politik yang memiliki pengaruh besar dalam berkiprah di setiap komunitas sosial. from:wacanaislam.blogspot.com

STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI PADA CD-ROM TEEAL: Studi Kasus pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/pp142053.pdfhttp://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/pp142053.pdf STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI PADA CD-ROM TEEAL: Studi Kasus pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 40 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 STRATEGI PENELUSURAN INFORMASI PADA CD-ROM TEEAL: Studi Kasus pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Eka Kusmayadi Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Jalan Ir. H. Juanda No. 20, Bogor 16122 ABSTRAK Temu kembali atau penelusuran informasi semakin berkembang dengan makin beragam dan meningkatnya kebutuhan informasi pengguna disertai dukungan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi. Untuk memperoleh informasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna perlu pengetahuan cara berinteraksi dengan sistem dan latar belakang subjek suatu bidang ilmu. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi penelusuran yang perlu dikuasai dalam menggunakan basisdata TEEAL. Pengkajian menggunakan metode pendekatan terhadap pengguna, sistem dan formulasi pertanyaan penelusuran. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi untuk mendapatkan informasi yang tepat adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif dengan pengguna, memilih basisdata yang tepat, menggunakan istilah standar (thesaurus), serta memahami sistem yang digunakan dan subjektivitas kebutuhan pengguna. ABSTRACT Information Searching Strategy on CD-ROM TEEAL: Case study in the Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination The more increasing and various users information needs the more developing of information retrieval and search and information communication technology (ICT). To obtain accurate information needed by users, the librarians or library officers must have and master the ability to interact with the information systems and to comprehend detail substantive subject knowledge. This article aimed to reveal the information searching strategies in using TEEAL database. The methods used is users, systems, and query formulation approach. The result showed that the strategies to get needed and relevant information are by making effective communication with users, selecting accurate databases, using fixed and standard keywords, mastering the operation system, and observing user's specific information needs. Keywords: Information searching, information need, user services, information technology PENDAHULUAN Informasi kini sudah menjadi salah satu kebutuhan primer manusia, mulai dari yang sifatnya sederhana sampai yang kompleks, dari yang sifatnya hiburan sampai yang ilmiah. Informasi diperlukan untuk berbagai tujuan, antara lain untuk mengambil keputusan, memperlancar kegiatan bisnis atau hanya sekedar memenuhi rasa ingin tahu. Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan berbagai perilaku pencarian informasi pun muncul. Kegiatan penelusuran makin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan telekomunikasi, antara lain munculnya berbagai perangkat lunak penelusuran informasi dan media penyimpan informasi. Salah satu perkembangan teknologi penelusuran informasi adalah internet. Keberadaan media ini sudah diterima masyarakat luas dan merupakan pusat informasi yang dapat diakses dari manapun tanpa hambatan ruang dan waktu. Kemajuan teknologi berdampak pula pada teknik penyimpanan informasi dengan berkembangnya berbagai media, seperti hard disk, disket, CD-ROM, CD-RW, DVD, dan optical disc. Perkembangan kebutuhan informasi dan teknologi penyimpanan informasi berkaitan erat. Di satu pihak, orang membutuhkan informasi yang tepat dan berdaya guna, di pihak lain teknologi pun mengemasnya dengan berbagai cara. Kedua pihak ini memiliki kemajuan yang seimbang sehingga untuk menjembataninya diperlukan suatu sistem yang dapat memberi kemudahan. Sering kali orang ingin mencari informasi, namun tidak mengetahui tempat penyimpanan informasi tersebut. Sebaliknya walaupun keberadaan informasi diketahui, cara menemukan atau menelusurnya secara efektif dan efisien dapat menjadi masalah. Sering pula terjadi kegagalan dalam pencarian informasi.Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 41 Menurut Sulistyo-Basuki (1999), kegagalan dalam sistem simpan dan temu kembali informasi berkaitan dengan kriteria unjuk kerja yaitu perolehan dan ketepatan. Kekeliruan dapat terjadi dalam bahasa dokumen, deskripsi isi, prosedur penelusuran, interaksi sistem dengan pemakai, pemanfaatan alat telusur, serta kesalahan manusia. Kegagalan karena kurang memanfaatkan alat telusur biasanya tidak terlalu serius. Kegagalan ini dapat bersumber dari peralatan atau cara menggunakannya. Namun kegagalan yang menyangkut keputusan pemakai serta interaksinya dengan sistem lebih serius dan lebih sulit dibenahi. Dengan demikian, isu yang tidak kalah menarik dalam era informasi adalah menemukan strategi penelusuran yang tepat untuk memperoleh informasi atau dokumen yang relevan dari tempat penyimpanan informasi atau basisdata. Karena itu pustakawan harus dapat menguasai dan menerapkan strategi penelusuran agar informasi yang diperlukan pengguna dapat disediakan dalam waktu yang singkat dan mempunyai nilai relevansi yang tinggi. Permasalahan dalam temu kembali informasi terjadi pada komponen penyediaan dokumen atau sistem yang digunakan dan pengguna informasi. Permasalahan tersebut antara lain adalah: 1. Apabila dilakukan secara manual, upaya mendapatkan dokumen atau informasi yang diinginkan memerlukan waktu yang lama. Oleh karena itu, penelusuran secara elektronis dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan informasi yang tepat. 2. Pencarian informasi secara elektronis masih menghadapi beberapa kelemahan, antara lain tidak dapat membedakan arti suatu kata secara spesifik, terutama untuk homonim (sinonim dan homograf). 3. Perlu pengetahuan terhadap sistem, terutama adaptasi terhadap perangkat lunak yang digunakan, sehingga perlu pemahaman secara detail terhadap subjek dan juga sistemnya. 4. Tidak semua pengguna atau pencari informasi mengerti pemanfaatan logika Boolean. Dalam proses temu kembali informasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penelusur atau intermediary, seperti kebutuhan pengguna, sistem temu kembali yang digunakan, dan strategi penelusuran yang digunakan. Di samping itu, pendekatan terhadap pengguna juga ikut menentukan keberhasilan proses penelusuran, sehingga upaya untuk mengenal dan mengetahui kebutuhan pengguna perlu diperhatikan. Terdapat beberapa teori tentang strategi mengenal kebutuhan pengguna. Vickery dan Vickery (1993) mengemukakan beberapa pendekatan yang perlu dilakukan untuk membantu pengguna menemukan informasi yang dicarinya, yaitu: • Memahami ruang lingkup atau konteks informasi yang akan ditelusur. • Menyeleksi sumber-sumber basisdata yang mengoleksi informasi yang dicari. • Mengidentifikasi query-query yang memungkinkan informasi terambil. • Mengklarifikasi query. • Memahami istilah-istilah dan standar istilah dalam basisdata yang dipilih. • Membuat search statement dengan menggunakan Boolean, truction, dan proximity. • Melakukan akses ke basisdata. • Menghilangkan duplikasi. • Memeringkat hasil penelusuran untuk menentukan dokumen yang benar-benar relevan. • Mengevaluasi proses penelusuran. • Mengubah atau memformulasikan kembali penelusuran. • Menggunakan multilingual facilities. Pendekatan tersebut mengindikasikan adanya paradigma penelusuran yang berorientasi kepada pengguna. Paradigma ini melahirkan tiga pendekatan baru, yaitu value approach, sense-making approach, dan anomalous states of knowledge (ASK) approach (Diao 1996). Pendekatan-pendekatan ini berfokus pada (1) situasi problematik pengguna, (2) pemahaman pengguna tentang kegunaan dan kriteria informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, dan (3) pengetahuan pengguna tentang (1) dan (2) dikaitkan dengan kegiatan sistem informasi. Dervin dan Nilan (1986) mendefinisikan sensemaking sebagai perilaku internal dan eksternal yang memungkinkan individu mengkonstruksikan dan merancang kebutuhan dalam perjalanannya melintasi ruang dan waktu. Secara konseptual, sense-making merupakan seperangkat metode yang digunakan untuk mengkaji proses penciptaan sense oleh individu-individu. Dalam perjalanannya melintasi ruang dan waktu tersebut terjadi kesenjangan dalam struktur pengetahuan individu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kesenjangan inilah yang diidentifikasi sebagai ASK. Kesenjangan tersebut mendorong individu untuk42 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 Generators Users image of image of the world Text Request the world linguistic pragmatic transformations Conceptual state Information Anomalous state Conceptual state of knowledge of knowledge of knowledge belief, intent realisation of need knowledge of users transformation Gambar 1. Hubungan anomalus state of knowledge seseorang dengan pola pencarian informasi (Belkin et al. 1982). berperilaku mencari informasi guna memenuhi kebutuhannya. Pengaruh ASK dalam cara memperoleh informasi diilustrasikan pada Gambar 1. Meadow (1992) menyatakan bahwa ASK merupakan dasar dari kebutuhan informasi pengguna. Selanjutnya, Meadow membuat runtutan proses tersebut sampai ke sistem temu kembali informasi, yaitu bermula dari ASK lalu muncul kebutuhan akan informasi, formulasi query, search parameter, retrieved record, dan berakhir di basisdata. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui langkahlangkah penelusuran (query) yang tepat untuk memperoleh informasi yang relevan sehingga mendapatkan presisi yang memuaskan. Berdasarkan pembahasan terhadap beberapa hal yang berhubungan dengan temu kembali informasi diharapkan dapat diambil kesimpulan tentang: 1. Strategi penelusuran yang benar sehingga dapat dicapai proses temu kembali informasi yang efektif dan efisien. 2. Cara mengatasi permasalahan penelusuran sehingga faktor yang menyebabkan kegagalan penelusuran dapat ditekan semaksimal mungkin. 3. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan apabila akan melakukan penelitian tentang penelusuran informasi, misalnya parameter yang harus ditentukan, variabel yang harus diambil, faktor-faktor yang perlu dilihat, dan metode yang sesuai. METODE Desain Pengkajian Pengkajian dirancang dengan pendekatan terhadap pengguna, sistem, dan formulasi pertanyaan penelusuran. Ada berbagai cara pengguna memperoleh informasi, yaitu melalui surat, e-mail, telepon, faksimile atau datang langsung ke perpustakaan. Pengguna yang dijadikan kajian adalah peneliti yang datang ke perpustakaan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), Bogor, menggunakan fasilitas penelusuran elektronis, dan mengisi daftar isian yang disediakan. Penentuan basisdata yang akan diamati dilakukan melalui pengamatan pada setiap tahapan komunikasi antara pengguna dan penelusur. Komunikasi awal terjadi saat pengisian formulir, di mana terjadi transaksi komunikasi antara penelusur dan pengguna untuk menentukan proses penelusuran, apakah akan dilakukan sendiri oleh pengguna atau dengan bantuan pustakawan. Transaksi komunikasi selanjutnya adalah menyatakan kebutuhan informasi yang akan dicari yang meliputi judul, pengarang, publikasi, tahun terbit, abstrak dan sebagainya serta proses penelusuran dan strategi yang akan digunakan. Berdasarkan transaksi-transaksi komunikasi tersebut, penelusur dapat mengidentifikasi judul penelitian, tujuan penelitian, ruang lingkup pembahasan, dan sebagainya. Selama penelusuran berlangsung, penelusur terus berdiskusi tentang informasi yang dibutuhkan ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 43 pengguna dalam upaya memperluas atau menambah informasi yang mungkin dibutuhkan. Setelah mengetahui spesifikasi informasi yang akan dicari, langkah berikutnya adalah memilih basisdata yang mengoleksi informasi yang dicari. Kriteria basisdatanya adalah subjek yang termuat dalam basisdata tersebut. Pemilihan Basisdata PUSTAKA memiliki beberapa jenis basisdata yang tersimpan dalam bentuk hardisk, disket maupun CD-ROM (Tabel 1). Agar pengkajian ini tidak terlalu luas maka dalam pengkajian hanya dibatasi pada basisdata TEEAL (The Essential Electronic Agricultural Library). Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan dan memfokuskan pengkajian secara mendalam pada satu sistem temu kembali informasi, meskipun dalam kondisi sebenarnya penelusuran informasi tidak dapat hanya mengandalkan satu sistem temu kembali, mengingat banyaknya basisdata dan sistem temu kembali yang ada. Instrumentasi Berdasarkan spesifikasi informasi yang ingin dicari dan basisdata yang dipilih, langkah selanjutnya adalah mencocokkan istilah yang sudah ditentukan dengan thesaurus yang ada dalam basisdata. Apabila hasil penelusuran dengan istilah pertama tidak sesuai maka dilakukan penguatan ulang pertanyaan sebagaimana yang dijelaskan oleh Sulistyo-Basuki (1999). Penguatan ulang pertanyaan dilakukan dengan cara memperbaiki istilah telusur yang digunakan, yaitu dengan memberikan persamaan istilah-istilah berdasarkan thesaurus (agriculture vocabulary/AGROVOC), penghilangan kata yang bobotnya rendah, dan penggunaan istilah yang lebih luas (broader term). Berdasarkan AGROVOC, istilah yang sama untuk genetic engineering adalah genetic manipulation, sedangkan insecticidal protein tidak ada persamaan istilahnya. Istilah lain untuk insect adalah insecta, sedangkan untuk plant resistance tidak mempunyai istilah luas atau persamaan istilah. Pembobotan istilah diketahui setelah terjadi komunikasi dengan pengguna. Untuk mengevaluasi kegiatan penelusuran, penelusur menghitung ketepatan (precision) dari query atau pernyataan telusur yang diperoleh. Langkah-langkahnya adalah: (1) melakukan akses ke CD-ROM dengan memasukkan query yang telah ditentukan, (2) mencetak hasil penelusuran ke dalam bentuk kertas yang mencakup judul, pengarang, nomor CD, nama publikasi/jurnal, tahun terbit, abstrak dan yang lainnya, (3) memilih dokumen yang relevan menurut penilaian penelusur sehingga tidak semua dokumen yang diambil dari basisdata dicetak, (4) memberikan dokumen yang telah dicetak kepada pengguna, (5) memilih dokumen yang relevan, dan (6) menghitung ketepatan. Relevansi dihitung dengan rumus Meadow (1992) yaitu: Jumlah dokumen yang relevan Presisi/relevansi = x 100% Jumlah dokumen yang terambil Tabel 1. Jenis-jenis basisdata yang ada di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Jenis basisdata Lingkup penelitian Bentuk media Bentuk isi Basisdata Pertanian DN Hard disk Data bibliografi dan abstrak Katalog Buku DN, LN Hard disk Data bibliografi Katalog Majalah DN, LN Hard disk Data bibliografi CCOD LN Disket Data bibliografi AGRIS DN, LN CD-ROM Data bibliografi dan abstrak AGRICOLA LN CD-ROM Data bibliografi dan abstrak CARIS DN, LN CD-ROM Data bibliografi dan abstrak TROPAG and RURAL DN, LN CD-ROM Data bibliografi dan abstrak CROP PROTECTION COMPENDIUM LN CD-ROM Fulltext CABI Abstracts LN CD-ROM Data bibliografi dan abstrak BPS Statistik DN CD-ROM Fulltext NTIS LN CD-ROM Data bibliografi dan abstrak TEEAL LN CD-ROM Fulltext Keterangan: DN= dalam negeri, LN= luar negeri.44 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Pengguna Dalam pengkajian temu kembali informasi ini, penulis mendapatkan pengguna yang sedang menulis penelitian berjudul: Peranan dan Potensi Dietary Insecticidal Protein dalam Rekayasa Genetika Tanaman Tahan Hama. Untuk menyelesaikan tulisan tersebut, pengguna memerlukan bantuan pustakawan untuk menemukan artikel-artikel yang berhubungan dengan penelitian yang akan ditulis, baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia. Pengguna termasuk pencari informasi aktif karena mau datang langsung ke perpustakaan sehingga dapat terjadi komunikasi tatap muka baik sebelum maupun selama pencarian informasi berlangsung. Dengan demikian strategi penelusuran dan evaluasinya dapat dilakukan dengan cepat sehingga keberhasilannya dapat diketahui dengan cepat pula dan sesuai dengan keinginan pengguna. Berdasarkan deskripsi di atas, permasalahan yang muncul adalah pangkalan data apa yang sesuai untuk mendapatkan informasi tersebut serta strategi penelusuran (query) yang tepat untuk menangkap informasi yang relevan sehingga diperoleh presisi yang memuaskan. Profil Basisdata Ada beberapa basisdata pertanian yang dapat dijadikan sumber informasi, yaitu AGRIS, TROPAG, CABI dan TEEAL. Basisdata AGRIS, CABI, dan TROPAG hanya berisi deskripsi bibliografis dan abstrak serta dokumennya sering tidak dilanggan oleh PUSTAKA, sehingga artikel aslinya sulit ditemukan. Menurut pengguna, artikel rekayasa genetika di dalam negeri masih sangat terbatas sehingga peluang mendapatkannya sangat kecil. Berdasarkan hal itu dipilih basisdata TEEAL, karena basisdata ini full-text sehingga artikel lengkapnya dapat dengan cepat ditemukan. TEEAL merupakan gabungan dari beberapa jurnal antara lain yang diterbitkan oleh AGRIS, AGRICOLA, dan CABI. Namun demikian, basisdata AGRIS, AGRICOLA, CABI, TROPAG, dan basisdata pertanian lainnya digunakan sebagai alternatif kedua setelah TEEAL karena dalam basisdata tersebut mungkin terdapat beberapa artikel yang relevan atau yang terbit sebelum atau sesudah tahun 1993-1996. TEEAL dikembangkan oleh The Mann Library at Cornell University, Ithaca New York Amerika Serikat, merupakan hasil gabungan dari jurnal-jurnal penting di bidang pertanian, dan dipilih khusus untuk peneliti di negara berkembang. Jurnal-jurnal dalam TEEAL disediakan melalui kesepakatan khusus dengan pemegang hak cipta yang sekaligus melakukan pengindeksan. Lembaga yang mendanai TEEAL adalah Yayasan Rockefeller. Fasilitas software yang digunakan dalam TEEAL adalah Folio dan Image View. Folio adalah software untuk pencarian dan temu kembali informasi, sedangkan Image View untuk melihat artikel lengkapnya. Untuk mengoperasikannya terdapat tiga mode, yaitu Browse, Document, dan Citation List. Mode Browse digunakan untuk melihat tampilan melalui judul dan issues, mode Document untuk menampilkan sitasi secara lengkap dari dokumen dalam koleksi TEEAL, dan Citation List untuk mengurutkan sitasi atau rekord yang ditemukan dari proses pencarian. Informasi yang tercantum dalam format rekord TEEAL adalah judul, pengarang, sumber, tahun publikasi, bahasa yang digunakan, deskriptor, abstrak, dan nomor CD. Teknik Penelusuran Basisdata TEEAL Ada dua jenis strategi penelusuran yang digunakan dalam TEEAL, yaitu basic search dan advanced search. Basic search digunakan untuk melakukan pencarian melalui field-field tertentu, misalnya judul atau pengarangnya saja. Pada advanced search, kata kunci hanya dimasukkan satu kali dan dapat berlaku untuk semua field. Kosakata Terkendali Basisdata TEEAL merupakan kumpulan rekord dari sejumlah sumber yang berbeda. Rekord diimpor dengan izin dari pemegang hak cipta basisdata yaitu CABI, BIOSIS, Medline, EconLit, AGRICOLA, dan AGRIS. Rekord juga dibuat oleh staf TEEAL dan ditambahkan ke sistem. Oleh karena itu, tidak ada standar kosakata yang digunakan untuk pengindeksan sistem. Walaupun demikian, kode subjek CABI ditambahkan pada tiap rekord, di samping tersedia beberapa standardisasi untuk klasifikasi subjek silang. Rekord BIOSIS dari 1997 tidak mempunyai kode CABI. Kode CABI TEEAL mempunyai kode alfabetik/numerik yang dipolakan untuk tiap sitasi dengan lingkup yang luas dalamJurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 45 subjek bidang pertanian. Dalam bidang ekonomi, misalnya, terdapat 32 kode yang mencakup ekonomi yang luas: EE110 untuk agricultural economics, EE160 untuk land use and evaluation; EE900 untuk labor and employment. Kode-kode tersebut ditambahkan pada waktu pengindeksan. Hasil pengindeksan ini digunakan untuk mendapatkan semua subistilah yang mungkin dibutuhkan dalam penelusuran. Kode ini dapat menghasilkan seratus atau lebih sitasi yang memungkinkan penelusuran menjadi lebih teliti seperti pencarian subjek yang luas dan sangat membantu pengguna, baik pengguna baru, sudah biasa maupun yang profesional. Komunikasi Penelusuran Penelusuran merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan oleh petugas atau pengguna perpustakaan untuk memperoleh informasi atau artikel yang dibutuhkan. Penelusuran dapat dilakukan oleh pengguna sendiri atau dengan bantuan petugas. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan karena keberhasilan penelusuran tidak hanya ditentukan oleh yang melakukan penelusuran, tetapi juga sangat bergantung pada komunikasi antara pengguna dan petugas. Melalui komunikasi akan terjadi transaksi komunikasi untuk menentukan basisdata dan sistem penelusuran yang akan digunakan, formulasi pertanyaan telusur, penentuan subjek, dan sebagainya. Pengguna yang sudah biasa menggunakan sistem penelusuran umumnya melakukan penelusuran sendiri karena merasa lebih puas. Sulistyo-Basuki (1999) menyatakan, formula penelusuran akan mempengaruhi perolehan apabila tidak dapat meliputi semua aspek dari pertanyaan atau apabila dirumuskan terlalu spesifik atau terlalu luas. Komunikasi antara petugas dan pengguna memerlukan pengetahuan tentang subject specialist untuk memilih subjek yang tepat. Petugas perpustakaan umumnya cukup kreatif dan mampu membaca pikiran pengguna serta mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini terlihat dari kemampuannya menempatkan pendapat berdasarkan sudut pandang pengguna yang meminta jasa penelusuran, bukan berdasarkan pandangan atau pendapat petugas penelusuran sendiri. Komunikasi antara petugas dan pengguna juga menentukan ketepatan dalam menganalisis subjek, menerjemahkan pertanyaan ke dalam bahasa indeks suatu sistem, dan memformulasikan strategi penelusuran. Pada permintaan penelusuran melalui surat atau media lain, pengguna dan petugas tidak dapat berkomunikasi tatap muka sehingga petugas penelusuran kurang dapat menganalisis atau menafsirkan permintaan informasi secara tepat. Akibatnya informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan keinginan pengguna. Komunikasi tatap muka memungkinkan terjadi wawancara. Berdasarkan wawancara tersebut petugas penelusuran dapat memutuskan langkah-langkah yang akan diambil dalam proses penelusuran dokumen. Cara tersebut juga dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Oleh karena itu, kejelasan atau keterincian informasi yang diminta pengguna ikut menentukan keberhasilan penelusuran karena akan mempengaruhi keakuratan dalam menentukan kata kunci. Kejelasan pesan atau informasi hanya dapat diperoleh bila komunikasi antara penelusur dan pengguna memiliki kesamaan, terutama pada penelusuran yang didelegasikan. Makin jelas permintaan informasi yang disampaikan maka peluang memperoleh informasi yang relevan makin tinggi dan dokumen yang diperoleh makin banyak, karena pustakawan lebih mampu mengambil tindakan apabila terdapat permasalahan dalam penelusuran. Karakteristik informasi atau dokumen merupakan makna dari simbol komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan penelusuran dan pemilihan dokumen. Profil informasi tersebut antara lain meliputi subjek, tahun terbit, geografi, jenis dokumen, dan bahasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang tepat, efektif dan efisien antara pengguna dengan petugas perpustakaan akan meningkatkan keberhasilan penelusuran dan memperoleh subjek yang tepat. Pemahaman terhadap Kebutuhan Sistem Kebutuhan sistem yang minimal untuk TEEAL adalah: PC 486, Windows 95, RAM 16 Mb, hard disk masih memililki free-space 300 Mb, CD-ROM drive, monitor warna, video card yang mampu untuk 256 warna, dan laser printer 300 dpi. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dapat digunakan konfigurasi yang optimal seperti berikut: CPU Intel Pentium Pro (atau kompatibelnya) atau Pentium II 200 Mhz atau di atasnya, dengan atau tanpa MMX termasuk port high-speed printer, RAM 32-64 Mb, disk drives 3.5" 1.44Mb floppy, hard drive minimum 300 Mb free space, CD-ROM drive minimum 12x speed, monitor/ video berwarna l7 inci, 1280 x 1024 dengan 256 warna atau 19 inci, 1600 x 1200 dengan ribuan warna (24-bit), sistem operasi Microsoft Windows 95/98/NT 4.0, versi English language, printer laser 600 dpi, 12-16 halaman/menit, ukuran kertas legal (8,5 x 14 inci).46 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 Penentuan Pertanyaan atau Istilah Telusur yang Standar Berdasarkan transaksi komunikasi antara penelusur dan pengguna diperoleh informasi tentang keinginan pengguna serta batasan-batasan masalah, misalnya dari segi bahasa dan tahun terbit. Judul yang diinginkan tidak harus persis sama dengan judul penelitian yang akan ditulis karena dapat saja istilah yang dicari ada dalam abstraknya. Selain informasi yang berkaitan langsung dengan judul, ada informasi lain yang terkait dan mungkin dibutuhkan pengguna. Dalam hal ini, penelusur dapat menentukan atau memformulasikan istilah telusur yang harus digunakan dalam penelusuran. Pada kasus pengguna ingin mengetahui cara kerja insecticidal protein dalam menghambat pertumbuhan hama dan kemungkinan menerapkan teknik rekayasa genetika untuk meningkatkan resistensi tanaman, spesifikasi informasi yang akan dicari atau istilah telusur yang akan digunakan dalam proses pencarian dan bobotnya adalah genetic engineering(1), insecticidal protein(2), plant(3), insect(4), dan resistance(5). Berdasarkan identifikasi query sehubungan dengan judul penelitian tersebut diperoleh beberapa model istilah yang mungkin dapat digunakan, yaitu: 1) (genetic AND engineering) 2) (genetic AND engineering) AND (insecticidal AND protein) 3) (genetic AND engineering) AND (insecticidal AND protein) AND insect AND plant AND resistance 4) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (insecticidal AND protein) AND (insect) AND (plant) AND resistance 5) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (insecticidal AND protein) AND (insect OR insecta) AND (plant OR plants) AND resistance 6) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (insecticidal AND protein) AND (insect OR insecta) AND (plant OR plants) 7) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (insecticidal AND protein) AND (insect OR insecta) 8) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (pesticides OR pesticide) 9) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (pesticides OR pesticide) AND (insect OR insecta) AND (plant OR plants) 10) (genetic AND engineering) OR (genetic AND manipulation) AND (pesticides OR pesticide) AND (insect OR insecta) Dalam mengidentifikasi query, langkah yang dilakukan adalah melihat thesaurus bidang pertanian (AGROVOC). Dengan thesaurus ini dapat dikendalikan istilah-istilah yang digunakan dalam penelusuran, baik untuk melihat persamaan istilah atau perluasan istilah. Contoh penggunaan persamaan istilah adalah genetic manipulation dengan genetic engineering, sedangkan untuk perluasan istilah adalah insecticidal protein dengan pesticide. Selain itu, diperhatikan pula daftar kata-kata hasil pengindeksan secara otomatis oleh sistem, misalnya penggunaan plants dan plant. Setelah komunikasi dan penentuan pertanyaan telusur dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasukkan pertanyaan telusur tersebut ke dalam sistem penelusuran yang digunakan dalam TEEAL. Cara yang digunakan untuk menemukan informasi yang diinginkan dari basisdata TEEAL adalah strategi advance, karena strategi tersebut mampu melacak semua istilah yang ada dalam setiap field basisdata sehingga menghemat waktu dan tenaga. Selain itu, pengguna tidak mengharuskan agar informasi yang diinginkan ada pada field tertentu misalnya judul. Selanjutnya penelusuran dilakukan berulang dengan cara yang sama untuk setiap model istilah yang digunakan. Perolehan Dokumen Hasil penelusuran yang diperoleh berdasarkan model istilah yang digunakan disajikan pada Tabel 2. Pada model istilah pertama, penggunaan istilah tunggal memberikan pengertian atau materi yang terlalu luas dan jumlah dokumen yang ditemukan cukup banyak. Pengguna keberatan menggunakan artikel yang terlalu luas sehingga penelusuran dipersempit dengan menggunakan model istilah kedua. Dengan menggunakan model istilah kedua, Tabel 2. Jumlah dokumen yang relevan dari basisdata TEEAL berdasarkan model istilah yang digunakan. Jumlah artikel Jumlah artikel Model istilah terambil relevan Keterangan (buah) (buah) 1 438 - Terlalu banyak 2-7 7 6 8 80 9 50 10 3 0Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 47 bidang bahasan menjadi lebih sempit sehingga hanya diperoleh tujuh artikel tentang rekayasa genetik dengan menggunakan insektisidal protein. Penggunaan persamaan istilah, baik yang berasal dari AGROVOC maupun dari hasil pengindeksan otomatis dari mesin (penggunaan kata plant dan plants), tidak menemukan jumlah dokumen yang baru atau yang lebih detail (model istilah ketiga sampai keenam). Namun bukan berarti tujuh dokumen tersebut memberikan relevansi yang tepat bagi pengguna, karena pengguna harus membaca abstrak atau artikel lengkapnya lebih dulu sebelum memutuskan dokumen tersebut relevan atau tidak. Ditemukannya jumlah dokumen yang sama, walaupun sudah diberi pembobot plant, insect dan resistance, disebabkan istilah-istilah tersebut memang ada pada tujuh dokumen tersebut, walaupun mungkin frekuensinya berbeda. Kondisi tersebut tidak dapat dijadikan pedoman untuk menyimpulkan cukup menggunakan pembobot insecticidal protein saja tanpa mempertimbangan istilah plant, insect dan resistance. Hal itu dibuktikan pada penelusuran dengan model istilah ke-8 hingga ke-10. Pada ketiga model tersebut, jumlah dokumen yang ditemukan berbeda dengan menggunakan pembobot yang berbeda. Pemberian bobot dengan dua istilah, yaitu insect dan plant menunjukkan hasil yang lebih banyak daripada hanya dengan istilah insect atau insects. Menurut pengguna, model istilah ke-8 sampai ke-10 tidak sesuai dengan yang diinginkan, karena pestisida mempunyai arti yang berbeda dengan insecticidal protein. Oleh karena itu, hasil penelusuran dengan model istilah ke-8 sampai ke-10 tidak digunakan. Relevansi/Presisi Dokumen Berdasarkan hasil penilaian pengguna, jumlah dokumen yang dianggap sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menunjang bahan tulisan ada enam jenis. Dokumen tersebut dihasilkan dari penelusuran dengan menggunakan model istilah ke-2 sampai ke-7 (Tabel 2). Berdasarkan jumlah dokumen yang diambil oleh pengguna yaitu enam dokumen dari rekord yang terpanggil sebanyak tujuh buah, maka persentase presisi yang diperoleh dari proses penelusuran ini adalah 85,7%. Cara Mendapatkan Dokumen/Artikel Lengkap Basisdata TEEAL mempunyai format full-text sehingga untuk mendapatkan artikel aslinya dapat diperoleh dengan cara mencetaknya secara langsung dari tampilan View. Artikel lengkap dari suatu dokumen dalam basisdata TEEAL dihubungkan secara langsung melalui field nomor CD atau nama jurnalnya. Dengan cara mengklik kedua field tersebut dapat dilihat artikel lengkapnya dengan bantuan Viewer. Dari tampilan tersebut dapat dilakukan pencetakan dengan memilih menu perintah File dan Print. KESIMPULAN DAN SARAN Strategi yang dapat ditempuh untuk mendapatkan informasi yang relevan adalah memilih jenis basisdata yang tepat, melakukan komunikasi efektif antara pengguna dan petugas perpustakaan, menentukan pertanyaan telusur yang standar, melakukan penguatan ulang pertanyaan telusur, dan meminta pengguna untuk menilai hasil yang diperoleh. Komunikasi yang efektif antara pencari informasi dan penelusur akan menentukan strategi penelusuran yang digunakan dan waktu yang dibutuhkan untuk penelusuran informasi serta relevansi dokumen yang diperoleh. Pemilihan basisdata menentukan keberhasilan penelusuran untuk mendapatkan subjek yang relevan dengan yang diinginkan pengguna. Teknik pemberian persamaan istilah standar (thesaurus), penambahan atau pembuangan istilah atas dasar bobot istilah, serta perluasan atau penyempitan istilah yang digunakan dapat membantu menemukan dokumen yang relevan bagi pengguna. Untuk dapat melakukan penelusuran dengan baik, pemahaman terhadap sistem yang digunakan sangat penting, seperti pengetahuan akan indeks yang digunakan sistem dan kosakata disiplin ilmu tertentu. Penilaian relevansi sangat dipengaruhi oleh subjektivitas pengguna sehingga pengguna tidak dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Pada perpustakaan yang memiliki banyak basisdata, informasi dapat diperoleh dari berbagai basisdata. Oleh karena itu, penguasaan penelusur terhadap berbagai sistem temu kembali informasi perlu ditingkatkan. Karakteristik software yang digunakan dan basisdata yang dimiliki perpustakaan perlu dipelajari dengan sebaikbaiknya.48 Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol. 14, Nomor 2, 2005 DAFTAR PUSTAKA Belkin, N.J., R.N. Oddy, and H.M. Brooks. 1982. ASK for information retrieval : part I. Background dan theory. Journal of Documentation 38(2): 52-56. Dervin, B. and M. Nilan. 1986. Information needs dan uses. Annual Review of Information Science and Technology (ARIST) V. 21. [n.l] : Knowledge Industry Publication, Inc. Diao, A.L. 1996. Metode penelitian kualitatif dalam penelitian tentang kebutuhan perilaku pemakai informasi. Dalam Prosiding Seminar Sehari Layanan Pusdokinfo Berorientasi Pemakai di Era Informasi. Depok 16 Maret. Depok: Universitas Indonesia. Meadow, C.T. 1992. Text information retrieval systems. New York: Academic Press, Inc. Raitt, D.I. (Ed.) 1984. An introduction to on-line infor-mation system. Oxford: Learned Information. Sulistyo-Basuki. 1999. Teknik dan jasa dokumentasi. Jakarta: Gramedia. Vickery, B. dan A. Vickery. 1993. Online search interface design. Journal of Documentation 49(2): 103-107.

A. AMERICAN CORNERS INDONESIA

Nama : SeptianNurArif Semester : 5b Nim : 108025000040 Tugas : Management PerpustakaanKhusus A. AMERICAN CORNERS INDONESIA American Corners Indonesia adalah program kemitraanantaraKedutaanBesarAmerikaSerikat di Jakarta dengan 11 universitasterkemuka di seluruh Indonesia.American Corners menyediakanakseskeinformasiterbaru, akuratdanterpercayamengenaipolitik, ekonomi, kebudayaan, pendidikandankehidupansosial di AmerikaSerikat. American Corner tersebar di beberapauniversitas di Indonesia, antaralain : • American Corner UIN SyarifHidayatullah, Jakarta • American Corner Universitas Indonesia, Depok • American Corner InstitutTeknologi Bandung • American Corner IAIN Sumatera Utara, Medan • American Corner Universitas Sumatera Utara, Medan • American Corner IAIN Walisongo Semarang • American Corner UniversitasGadjahMada, Yogyakarta • American Corner UniversitasMuhammadiyah Yogyakarta • American Corner UniversitasMuhammadiyah Malang • American Corner UniversitasAirlangga, Surabaya • American Corner UniversitasHasanuddin, Makassar B. KEDUDUKAN AMCOR DI UIN SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA • Kedudukan American Corner UIN SyarifHidayatullah a. KedudukanAmerican Corner berdiribersamaandenganPerpustakaanUtama di bawahpimpinanRektordanPurek III. b. Kedudukan American Corner sejajardenganKepalaPerpustakaanUtama, karenaKepalaPerpustakaanUtama yang menandatangiataskerjasamadenganpihakKedutaanAmerikaSerikat (U.S. Embassy).Melaluikerjasama M.O.U Isi Kerjasamanyayaitu, : UIN ->Tempat + SDM U.S Embassy ->Koleksi + SaranadanPrasarana • CakupanSubjek CakupanSubjek di American Corner tidakjauhberbedadenganPerpustakaanUtama Yaitudariklas 000 – 900 • Koleksi Koleksi Di American Corner samasajadengankoleksi yang terdapat di PerpustakaanUtama yang membedakanhanya di audio visual ( kasetdandvd ) • User User di American Corner di siniumumhanyasajalebihbanyakmahasiswa – mahasiswi yang mengambil study bahasainggris, sepertijurusanbahasadansastrainggris • Fungsi Berfungsiuntukmenyimpan, menemukan, memberikandanmenyebarkaninformasisecaracepat • Keterkaitan Keterkatian American Corner yaitudenganLembagaInduk I.R.C • Anggaran AnggarannyadidapatmelaluiKerjasama M.O.U

Indeks dan Abstrak “katalog perpustakaan”

TUGAS Indeks dan Abstrak “katalog perpustakaan” DISUSUN OLEH : Oleh: RIMA GLORIA RIZQY 108025000041 FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010/2011 KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga tugas Indeks dan abstrak. dapat terselesaikan sesuai dengan waktunya. Pada mata kuliah ini, saya selaku penulis merasa tugas ini sangat penting demi pembelajaran mata Kuliah indeks dan abstrak. Tugas ini merupakan aplikasi dari teori-teori yang sudah diajarkan di kelas. Dengan tugas ini saya sebagai penulis menjadi lebih mengerti dan memahami mata kuliah Kuliah indeks dan abstrak . Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu menyelesaikan tugas ini khususnya pada dosen Bpk.H.Kosam Rimbarawa mata kuliah ”indeks dan abstrak”, teman-teman saya, saudara-saudara saya karena dengan tugas ini saya dapat lebih mengerti dan memahami lebih dalam tentang Kuliah indeks dan abstrak yang mudah-mudahan dapat saya kembangkan dikemudian hari. Mungkin dalam pembuatan tugas ini masih terdapat banyak kesalahan, saya sebagai penulis mohon maaf serta mohon kritik dan sarannya. Jakarta, 20 April 2011 Penulis UNIVERSITAS INDONESIA 1. Judul Majalah : Libry Society: Media Komunikasi UPT Perpustakaan ITS ISSN : 1979-2735 Penerbitan : Perpustakaan ITS Volume yang ada : 2 (2) 2009; Subjek : Library Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 2. Panggil : 020.7 Ann i Judul : The intellectual foundations of library educations Pengarang : Don R. Swanson Penerbitan : Chicago The University of Chicago Press 1965 Desk. Fisik : [v], 98 hlm. 25 cm Subjek : Perpustakaan, Ilmu Pendidikan Lokasi : Lantai 2 3. Panggil : RB 13 A 369 k Judul : Karakteristik kewirausahaan Perpustakaan : studi kasus Perpustakaan Depdiknas RI Pengarang : Ari Imansyah Penerbitan : Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Program studi : Program Studi Perpustakaan Tahun : 2009 Subjek : Entrepreneurship Kata kunci : entrepreneurship; kewirausahaan; perpustakaan; library Pemilik : Universitas Indonesia Lokasi : Perpustakaan FIB UI 4. Judul Artikel : Pengukuran kinerja perpustakaan Pengarang : Sulistyowati, E. Yani Judul jurnal/majalah : Info persada, 1 (2) Agustus 2002 : 8-11 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 5. Judul Artikel : Audiovisual di perpustakaan Pengarang : Pertiwi, Sri Endah Judul jurnal/majalah : Warta Perpustakaan, Juni 1994: 11, 21 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 6. Judul Artikel : Sistem komputerisasi di perpustakaan Pengarang : Sobri, Halim Judul jurnal/majalah : Jurnal Kepustakawanan dan Masyarakat Membaca,xvii (1) 2001 :43-50 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 7. Judul Majalah : Visi pustaka : majalah jaringan informasi antar perpustakaan ISSN : 1411-2256 Penerbitan : Jakarta : Pusat jasa perpustakaan dan Informasi, 2003 Volume yang ada : 2 (1) Agust 2000 ; 4 (1) Jun 2002 ; 5 (2) Des 2003 ; 8 (1) Jun 2007 ; 8 (2) Des 2007 Subjek : PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 8. Judul Majalah : Jurnal FKP2T : forum komunikasi perpustakaan perguruan tinggi negeri ISSN : 0854-9923 Penerbitan : Malang : Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Indonesia - Universitas Brawijaya, 2006 Volume yang ada : 1 (1) Jun 2006 ; 1 (2) Des 2006 ; 2 (1) Jun 2007 Subjek : Perpustakaan ; dokumentasi dan Informasi Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 9. Judul Artikel : Audiovisual di perpustakaan Pengarang : Pertiwi, Sri Endah Judul jurnal/majalah : Warta Perpustakaa, Juni 1994: 11, 21 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 10. No. Panggil : 021.2 Sut p Judul : Perpustakaan dan masyarakat Pengarang : Sutarno NS Penerbitan : : Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2003, ISBN : [979-461-463-7] Desk. Fisik : ix, 141 hlm. : il. ; 21 cm. Subjek : Perpustakaan – Masyarakat Lokasi : Lantai 2 11. No. Panggil : [020.72 Pen p (1), 020.72 Pen p (2), 020.72 Pen p (3)] Judul : Penelitian ilmu perpustakaan dan informasi Pengarang : Pendit, Putu Laxman Penerbitan : Depok : JIP - FSUI , 2003 ISBN : [979-97215-1-2, 979-97215-1-2, 979-97215-1-2] Desk. Fisik : xiii, 347 hlm. ; 20 cm. Subjek : Library Science - Research; Information Science - Research Lokasi : Lantai 2 12. Judul Artikel : Terbitan berseri Indonesia bidang ilmu perpustakaan dan informasi Maria Ginting Pengarang : Ginting, Maria Judul jurnal/majalah : Baca (jurnal dokumentasi dan informasi 27 (1) April 2004 : 15 -19 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 13. Judul Majalah : Warta Perpustakaan : sarana komunikasi dan informasi pengembangan perpustakaan ISSN : warta perpustakaan Penerbitan : Yogyakarta : UPT Perpustakaan Universitas Kristen Duta WacanaVolume yang ada : ed.(Mei) 2006 Subjek : Umum ; Ilmu Perpustakaan dan Dokumentasi Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 14. Judul Artikel : Penguasaan bidang ilmu tertentu non perpustakaan dan pemanfaatannya oleh pustakawan universitas untuk meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan Pengarang : Gunardo Judul jurnal/majalah : Warta perpustakaan Undip, 1996-1997:6 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 15. Judul Artikel : Terbitan berseri Indonesia bidang ilmu perpustakaan dan informasi Maria Ginting Pengarang : Ginting, Maria Judul jurnal/majalah : Baca (jurnal dokumentasi dan informasi) 27 (1) April 2004 : 15 -19 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 16. No. Panggil : T 25868 Judul : Pola produktivitas pengarang artikel bidang ilmu perpustakaan dan informasi di indonesia tahun 1978-2007 analisa bibliometrika menggunakan hukum lotka Pengarang : Malta Nelisa Penerbitan : Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya Program studi : Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Program Studi Ilmu Perpustakaan Tahun : 2009 Subjek : Bibliometrics Kata kunci : produktivitas pengarang; bibliometrika; hukum Lotka; ilmu informasi dan perpustakaan .Productivity of authors; bibliometrics; Lotka’s law; Library and Information Science Pemilik : Universitas Indonesia 17. No. Panggil : T 25868 Judul : Pola produktivitas pengarang artikel bidang ilmu perpustakaan dan informasi di indonesia tahun 1978-2007 analisa bibliometrika menggunakan hukum lotka Pengarang : Malta Nelisa Penerbitan : Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya Program studi : Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Program Studi Ilmu Perpustakaan Tahun : 2009 Subjek : Bibliometrics Kata kunci : produktivitas pengarang; bibliometrika; hukum Lotka; ilmu informasi dan perpustakaan .Productivity of authors; bibliometrics; Lotka’s law; Library and Information Science Pemilik : Universitas Indonesia 18. Judul Artikel : Liputan Perpustakaan dalam surat kabar di Indonesia (Berita tentang PPerpustakaan di Surat kabar Republika,Kompasa,Kedaulatan Rakyat, dan Bernas bulan Nopember 2006-April 2007 Pengarang : Sukirno ; Wahyuni, Hermin Indah Judul jurnal/majalah : Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi 4 (2) 2008 : 8 - 15 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 19. No. Panggil : 025 Sir p Judul : Perpustakaan : energi pembangunan bangsa Pengarang : Siregar, A. Ridwan Penerbitan : : Medan : USU Press, 2004, ISBN : [979-458-206-9] Desk. Fisik : ix, 175 hlm. : ill. ; 24 cm. Subjek : Perpustakaan Lokasi : Lantai 2 20. Judul Artikel : Sekilas perpustakaan Pengarang : Hurip Judul jurnal/majalah : Buletin Sangkakala, (31) Feb 1993:16-26 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 21. Judul Artikel : Menggunakan perpustakaan Pengarang : Diem, Chuzaimah Judul jurnal/majalah : Majalah Berita perpustakaan Univ. Sriwijaya, 7(2) Juli-Des. 1991 :1-7 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 22. No. Panggil : [R 020.3 Kam (1), R 020.3 Kam(2)] Judul : Kamus istilah perpustakaan dan dokumentasi Pengarang : Magetsari, Nurhaidi...[et al.]; Penerbitan : : Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1992, ISBN : [979-459-244-7, 979-459-244-7] Desk. Fisik : vii, 248 hlm.:il.;18 cm. Subjek : PERPUSTAKAAN-KAMUS Lokasi : Lantai 3 23. Judul Majalah : Media informasi : forum komunikasi perpustakaan ISSN : 0854-2066 Penerbitan : Yogyakarta : Perpustakaan UGM, 2006 Volume yang ada : 15 (2) 2006 ; 16 (1) 2007 Subjek : PERPUSTAKAAN, INFORMASI DAN DOKUMENTASI Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 24. Judul Majalah : Bultin Perpustakaan Universitas Airlangga : media informasi dan komunikasi kepustakawanan ISSN : 1907-6657 Penerbitan : Surabaya : Perpustakaan Universitas Airlangga, 2008 Volume yang ada : 1 (2) Jul-Des 2006 ; 3 (1) Jan-Jun 2008 Subjek : Perpustakaan dan Informasi Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah Perpustakaan YARSI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS YARSI Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 10510 Telp : (021) 4228105, 4206674 - 76 Fax : (021) 4228105, 4243171 http://perpus.yarsi.ac.id ; E-mail: perpus@yarsi.ac.id 25. No. ID Buku : 17444 No. Kendali Setempat : 027.6 Suh p Judul : Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah : Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Pengarang : Suherman Entri Utama Nama Orang : Suherman Penerbit & Distribusi : Bandung: MQS Publishing, 2009 ISBN : 979-3503-20-3 Deskripsi Fisik : xiv, 222 hlm ; 23 cm Fakultas : ILMU PERPUSTAKAAN Eksemplar : 1 Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN SEKOLAH 26. No. ID Buku : 15342 No. Kendali Setempat : 025.04 Pen p Judul : Perpustakaan digital : Perspektif perpustakaan perguruan tinggi Indonesia Pengarang : Putu Laxman Pendit 27. No. ID Buku : 17025 No. Kendali Setempat : 016.05 Kat Judul : Katalog Majalah Terbitan Indonesia : Koleksi Perpustakaan Nasional Pengarang : Perpustakaan Nasional RI Entri Utama Nama Badan : Perpustakaan Nasional RI Penerbit & Distribusi : Jakarta: Perpustakaan Nasional 28. No. Kendali Setempat : 025.2 Per d Judul : Daftar karya cetak dan karya rekam koleksi Perpustakaan Nasional RI dalam rangka pelaksanaan undang-undang nomor 4 tahun 1990 Pengarang : Perpustakaan Nasional RI Entri Utama Nama Badan : Perpustakaan Nasional RI Penerbit & Distribusi : Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 1992 ISBN : 0854-1993 Deskripsi Fisik : xix, 358 hlm. 28 cm Fakultas : ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN - KOLEKSI Entri Utama Nama Orang : Pendit, Putu Laxman; Suryandari, Ari; Ami Prasetyo Penerbit & Distribusi : Jakarta: Sagung Seto, 2007 ISBN : 978-978-3288-29-1 Deskripsi Fisik : v, 299 hlm. 23 cm. Fakultas : ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN DIGITAL 29. No. ID Buku : 17518 No. Kendali Setempat : 027.8 Nas p Judul : Perpustakaan Sekolah : petunjuk untuk membina memakai dan memelihara perpustakaan di sekolah Pengarang : Nasution A.S Entri Utama Nama Orang : Nasution A.S Penerbit & Distribusi : Jakarta: Departemen P & K, 1981 Deskripsi Fisik : xii, 244 hlm ; 25,5 cm Fakultas : ILMU PERPUSTAKAAN Eksemplar : 1 Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN SEKOLAH 30. No. ID Buku : 16524 No. Kendali Setempat : 021.8 Ind k Judul : Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989 : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1990 Pengarang : Perpustakaan Nasional RI Entri Utama Nama Badan : Perpustakaan Nasional RI Penerbit & Distribusi : Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 1994 ISBN : 979-800-66-6 Deskripsi Fisik : ... 51 hlm ; 18 cm Fakultas : UMUM Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN NASIONALo 31. No. ID Buku : 17478 No. Kendali Setempat : 020.25 Dir Judul : Direktori Pejabat Fungsional Pustakawan Indonesia Pengarang : Perpustakaan Nasional RI Entri Utama Nama Badan : Indonesia, Perpustakaan Nasional RI Penerbit & Distribusi : Jakarta: Perpustakaan Nasional RI,2007 ISBN : 978-979-008-112-3 Deskripsi Fisik : ii, 718 hlm ; 26 cm Fakultas : ILMU PERPUSTAKAAN Eksemplar : 1 Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN - DIREKTORI 32. No. ID Buku : 1689 No. Kendali Setempat : 025.02 Sum m Judul : Mengelola perpustakaan : Tata kerja pengolahan, penyimpanan dan penyusunan buku dengan kartu-kartu katalognya di perpustakaan Pengarang : P. Sumardji Entri Utama Nama Orang : Sumardji, P Penerbit & Distribusi : Yogyakarta: Kanisius, 1995 ISBN : 979-413-439-2 Deskripsi Fisik : 89 hlm. ilus. 21 cm Bibliografi : Bibliografi : hlm.89 Eksemplar : 2 Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN 33. No. ID Buku : 17976 No. Kendali Setempat : 017 Kat Judul : Katalog Pameran : tokoh nasional koleksi perpustakaan nasional RI Pengarang : Penyusun : Sri Sumekar Penerbit & Distribusi : Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, 2001 ISBN : 979-9316-44-8 Deskripsi Fisik : v, 162 hlm ; 21 cm Fakultas : ILMU PERPUSTAKAAN Eksemplar : 1 Tajuk Topik : PERPUSTAKAAN NASIONAL RI - KATALOG 34. No. ID Buku : 17075 No. Kendali Setempat : 016.912.598 2 Kat Judul : Katalog Peta Jawa dan Madura : Koleksi Perpustakaan Nasional RI Pengarang : Perpustakaan Nasional RI Entri Utama Nama Badan : Perpustakaan Nasional RI Penerbit & Distribusi : Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2005 ISBN : 979-3856-53-X Deskripsi Fisik : xi, 65 hlm ; 28,5 cm Fakultas : UMUM Tajuk Topik : JAWA DAN MADURA - PETA - KATALOG 35. No. ID Buku : 1308 No. Kendali Setempat : 025.6 Sum p Judul : Pelayanan perpustakaan : Tatakerja pelayanan sirkulasi (melayani peminjaman dan pengembalian buku) di perpustakaan Edisi : Cet.5 Pengarang : P. Sumardji Entri Utama Nama Orang : Sumardji, P Penerbit & Distribusi : Yogyakarta: Kanisius, 1993 ISBN : 979-413-220-9 Deskripsi Fisik : 85 hlm. ilus. 21 cm No. ID Buku 15342 No. Kendali Setempat 025.04 Pen p Judul Perpustakaan digital : Perspektif perpustakaan perguruan tinggi Indonesia Pengarang Putu Laxman Pendit Entri Utama Nama Orang Pendit, Putu Laxman; Suryandari, Ari; Ami Prasetyo Penerbit & Distribusi Jakarta: Sagung Seto, 2007 ISBN 978-978-3288-29-1 Deskripsi Fisik v, 299 hlm. 23 cm. Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik PERPUSTAKAAN DIGITAL 37 No. ID Buku 17444 No. Kendali Setempat 027.6 Suh p Judul Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah : Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Pengarang Suherman Entri Utama Nama Orang Suherman Penerbit & Distribusi Bandung: MQS Publishing, 2009 ISBN 979-3503-20-3 Deskripsi Fisik xiv, 222 hlm ; 23 cm Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Eksemplar 1 Tajuk Topik PERPUSTAKAAN SEKOLAH 38 No. ID Buku 87 No. Kendali Setempat 025.2 Per d Judul Daftar karya cetak dan karya rekam koleksi Perpustakaan Nasional RI dalam rangka pelaksanaan undang-undang nomor 4 tahun 1990 Pengarang Perpustakaan Nasional RI Entri Utama Nama Badan Perpustakaan Nasional RI Penerbit & Distribusi Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 1992 ISBN 0854-1993 Deskripsi Fisik xix, 358 hlm. 28 cm Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik PERPUSTAKAAN - KOLEKSI 39 Tampilan Lengkap Majalah id_buku 17491 judul Pemanfaatan Alih Media Untuk Pengembangan Perpustakaan Digital nama_majalah Visipustaka volume 11 tahun 2009 nomor 3 halaman 13-18 pengarang Sri Hartinah abstrak 40 id_buku 17489 judul Peran Pustakawan Dalam Disseminasi Informasi Kepada Peneliti via Jurnal Elektronik Lokal: Kasus Perpustakaan IPB nama_majalah Visipustaka volume 11 tahun 2009 nomor 3 halaman 7-12 pengarang Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc. abstrak 41 42 Tampilan Lengkap Majalah id_buku 17488 judul TERBITAN ELEKTRONIK DALAM KAITANNYA DENGAN UNDANG-UNDANG Nomor 4 1990* nama_majalah Visipustaka volume 11 tahun 2009 nomor 3 halaman 1-6 pengarang Sulistyo-Basuki abstrak id_buku 17380 judul I-Schools dan Kurikulum yang Ditawarkan, Termasuk Informatika Sosial nama_majalah Majalah Perpustakaan dan Informasi volume I tahun 2009 nomor 2 halaman 11-31 Sulistyo-Basuki abstrak 43 id_buku 17381 judul Pelestarian Materi Digital (Digital Preservation nama_majalah Majalah Perpustakaan dan Informasi volume I tahun 2009 nomor 2 halaman 32-35 pengarang Nita Ismayati abstrak 44 id_buku 17382 judul Mengenal ISBN: Penerapan dan Pemanfaatannya di Indonesia nama_majalah Majalah Perpustakaan dan Informasi volume I tahun 2009 abstrak nomor 2 halaman 36-43 pengarang Pudjiharti 45 id_buku 17397 judul Pustakawan Teladan Asal Pulau Dewata Bali Menuju Istana nama_majalah Majalah Perpustakaan dan Informasi volume I tahun 2009 nomor 2 halaman 60-62 pengarang Abdurahman abstrak 46 No. ID Buku 15664 No. Kendali Setempat 028.55 Mar i Judul An Introduction to the world of children's books Edisi 2nd.ed. Pengarang Margaret R.Marshall Entri Utama Nama Orang Marshall, Margaret R. Penerbit & Distribusi Singapore: Gower, 1988 ISBN 0-5666-05461-2 Deskripsi Fisik 327 hlm. 22 cm. Catatan Umum Indek : hlm.321-327 Bibliografi Bibliografi : hlm.287-320 Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik BACAAN ANAK 47 48 No. ID Buku 16272 No. Kendali Setempat 028.55 Gla l Judul Literature For Young Children Pengarang Joan L Glazer Entri Utama Nama Orang Glazer, Joan L Penerbit & Distribusi London: Merril Publishing, 1986 Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik BACAAN ANAK No. ID Buku 16474 No. Kendali Setempat 025.5 Col i Judul Indexes and Indexing : Guide to the Indexing of Books, and Collections of Books Periodical,Music,Recording,Film,and Other Material Pengarang Robert L Collison Entri Utama Nama Orang Collison, Robert L Penerbit & Distribusi London: Ernest Benn Limited, 1969 ISBN 510-45721-5 Deskripsi Fisik ... 223 21,5 cm Fakultas UMUM Tajuk Topik INDEKS 49 No. ID Buku 17031 No. Kendali Setempat 610 Sea Judul Indonesian Index Medicus 1975-1979 Pengarang SEAMIC - IMF Japan Entri Utama Nama Badan SEAMIC - IMF Japan Penerbit & Distribusi Japan: SEAMIC - IMF Japan, 1987 Deskripsi Fisik ix, 203 hlm ; 26,5 cm Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik INDEKS 50 No. ID Buku 17014 No. Kendali Setempat 616.016 Wor Judul Index Medicus For WHO : South-East Asia Region volume 6 Jan-Dec 1986 Pengarang World Health Organization Entri Utama Nama Badan World Health Organization Penerbit & Distribusi New Delhi: World Health Organization, 1997 Deskripsi Fisik ix, 987 hlm ; 28,5 cm Fakultas KEDOKTERAN Tajuk Topik INDEKS 51 No. ID Buku 18243 No. Kendali Setempat 499.22 Len Judul Lentera Indonesia 3 : Penerang Untuk Memahami Masyarakat dan Budaya Indonesia ( tingkat lanjut ) Pengarang Tim BIPA Pusat Bahasa Penerbit & Distribusi Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas, 2009 ISBN 978-979-685-656-5 Deskripsi Fisik xviii, 267 hlm ; 27,2 cm Fakultas UMUM Eksemplar 1 Tajuk Topik INDONESIA - PENDIDIKAN 52 No. ID Buku 18245 No. Kendali Setempat 499.22 Len Judul Lentera Indonesia 1 : Penerang Untuk Memahami Masyarakat dan Budaya Indonesia ( tingkat pemula ) Pengarang Tim BIPA Pusat Bahasa Penerbit & Distribusi Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas, 2008 ISBN 979-685-403-1 Deskripsi Fisik xxvii, 204 hlm ; 27,2 cm Fakultas UMUM Eksemplar 1 Tajuk Topik INDONESIA - PENDIDIKAN 53 54 No. ID Buku 16262 No. Kendali Setempat 026.297 Rom d Judul The Development Of Islamic Library Collections In Western Europe and North America Pengarang Stephen Roman Entri Utama Nama Orang Roman, Stephen Penerbit & Distribusi New York: Mansell, 1990 ISBN 0-7201-2065-9 Deskripsi Fisik xii, 259 hlm ; 23,5 cm Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN ISLAMIC LIBRARY No. ID Buku 11595 No. Kendali Setempat 020.622 598 Sep Judul Seperempat abad Perpustakaan Nasional 1980-2005 Pengarang Penulis naskah Sukarman Kertosedono [et al], editor : Agus Sutoyo Penerbit & Distribusi Jakarta: Perpustakaan Nasional, 2005 ISBN 979-3956-33-5 Deskripsi Fisik 107 hlm. Ilus 31 cm. Bibliografi Hlm.: 101 Fakultas ILMU PERPUSTAKAAN Tajuk Topik INDONESIA-PERPUSTAKAAN NASIONAL 55 56. Judul Buku: Asian Digital Libraries : Looking back 10 years and forging new frontiers ICADL, ICADL; 2007. ISBN: 978-3-540-77093-0. Kategori: PERPUSTAKAAN DIGITAL 57. Judul Buku: Automating library procedurs Ian Lovecy, The Bath Press; 1984. ISBN: 0 85365 516 2. Kategori: OTOMASI – PERPUSTAKAAN 58. Judul Buku: Building bridges : Collaboration within and beyond the academic library Anne Langley [et al], Chandos Publishing; 2006. ISBN: 1-84334-151-4. Kategori: PERPUSTAKAAN AKADEM 59. Judul Buku: 500 Tips for Academic Libraries Sally Brown, Library Association Publishing; 1997. ISBN: 1-85604-228-6. Kategori: PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI 61. Judul Buku: Computer Related Technologies in Library Operation Kieth C Wright, Gower Publishing; 1995. ISBN: 0-566-07632-2. Kategori: PERPUSTAKAAN – PENGELOLAAN 62. Judul Buku: Developing academic library staff for future sources Edited by Margaret Oldroyd, Facet Publishing; 2004. ISBN: 1-85604-478-5. Kategori: MANAJEMEN STAF PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS TERBUKA Pendidikan Sepanjang Hayat JL. Cabe Raya, Pondok Cabe, Tangerang 15418PO BOX 6666, Jakarta 10001, Indonesia Tel. (62-21) 7490941. Fax (62-21) 7490941 Email: Info@p2m.ut.ac.id /www.ut.ac.id Informasi Koleksi Jenis Koleksi : Buku Teks Kategori: Buku Teks Judul: 200 tanya jawab tentang sastra Indonesia Pengarang : Effendi, Usman ; Subyek: 1. Sastra Indonesia Kolasi: ed.1, cet.2 / 63 hal.: 22 cm Penerbit: Gunung Agung Tahun: 1984 Tempat Terbit: Jakarta Bahasa: Indonesian 63. Informasi Koleksi Jenis Koleksi Buku Teks Kategori Buku Teks Judul 36 jam belajar komputer Microsoft Exel 2002 Pengarang Permana, Budi ; Subyek 1. Microsoft Exel - Program Komputer Kolasi ed.1, cet.1 / ISBN: 9792028679 / xiii, 463 hal.: ill.; 23 cm Penerbit Elexmedia Komputerindo Tahun 2001 Tempat Terbit Jakarta Bahasa Indonesian 64. 65 . 398.209598 KUM (1997). Kumpulan cerita daerah Jawa (dalam naskah kuno): koleksi Perpustakaan Nasional RI. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI. 66. Sharma, S.K; 025.52 SHA r (2005). Reference service. New Delhi: Shree. 66. Sumardji, P.; 025.3 SUM p (1992). Petunjuk teknis pelaksanaan pembuatan/pengetikan kartu-kartu katalog di perpustakaan. Yogyakarta: Gajah Mada University. 67. Sutarno, N.S; 021.2 SUT p (2006). Perpustakaan dan masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara\ 68. Trimo, Soejono; 025 TRI p (1992). Pengantar ilmu dokumentasi. Bandung: Remaja Rosda Karya. 69. Hernandono; 020 HER p (1999). Perpustakaan dan Kepustakaan Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka. 70. Nursalam, Toha; 025.0615 NUR p (1996). Psikologi Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka. 71. Sulistyo-Basuki; 020 SUL p (1994). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka. 72. Yusuf, Pawit M.; 025 YUS p (1995). Pedoman praktis mencari informasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Cretated from WebBiblio Subject Gateway System at Perpustakaan UT 73. Upadhaya, J.L; 025.04 UPA i (2004). Information retrival and digital libraries. New Delhi: Sharee 74. Totterdell, Anne; 020 TOT i (2005). Introduction to library and information work (An). London: Facet 75. Priyadi, A.; Ismuadi; 025.4 PRI p (1994). Pedoman praktis komputerisasi perpustakaan sekolah dengan cds/isis. Jakarta: Gramedia 76. Rogers, A. Robert; 021 ROG l (1984). Library in society (The). Colorado: Libraries Unlimited. 77. Rouse, William B.; 021.6 ROU m (1980). Management of library net works: policy analysis implementation, and control. New York: Wiley Interscience. 78. Jones, Noragh; Peter, Jordan; 023.9 JON s (1987). Staff management in library and information work. England: Gower Perpustakaan Nasional 79. No. Panggil : 027.598 Per Judul : Perpustakaan Nasional RI Pengarang : Perpustakaan Nasional ISBN : [979-8289-21-8] Desk. Fisik : vi, 54 hlm.:il.;20 cm. Subjek : PERPUSTAKAAN NASIONAL Lokasi : Lantai 2 80. Judul Artikel : Strategi menuju perpustakaan yang maju Pengarang : Hernandono Judul jurnal/majalah : Warta Perpustakaan Nasional RI, 6 (1) Apr. 2000: 4-6, 12 Lokasi : Lantai 3 - Rak MajalaH 81. Judul Artikel : Revitalisasi budaya melalui pemberdayaan Perpustakaan Nasional RI Pengarang : Astutiningtyas, Ratri Judul jurnal/majalah : Visi Pustaka Vol. 8, No. 2 Desember 2006.Hal.: 12-18 Lokasi : Lantai 3 - Rak Majalah 82. Judul Ilmu Perpustakaan Seri Penerbitan, no. 2 Penerbit Yogyakarta : Pusdiklat Perpustakaan IKIP Yogyakarta 83. Judul Ilmu perpustakaan dan profesi pustakawan / Dian Sinaga Pengarang SINAGA, Dian Penerbit Bandung : Binacipta , 1997 Lokasi lantai 10 E Deposit 84. Nomor Panggil 42 : - 563 Pengarang Sutono, Urip Judul Pengantar ke organisasi dan administrasi perpustakaan di Indonesia /Urip Sutono Subyek Perpustakaan, Organisasi dan manajemen Penerbit Jakarta :Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fak. Sastra, Univ. Indonesia,1975 Deskripsi Fisik 206 hlm. ;33 cm. 85. Judul Sikap pustakawan terhadap penentuan kata utama tajuk nama pengarang Indonesia : suatu servei / oleh Minanuddin Subyek Tajuk nama pengarang Indonesia Penerbit 2004 Deskripsi Fisik v, 119, [8] lemnar ; 29 cm. 86. Nomor Panggil R 023.072 3 PUR p Pengarang Purwati, Sri 87. Judul Libraries in the '80s :papers in honor of the late Neal L. Edgar /editor, Dean H. Keller Pengarang Keller, Dean H Penerbit New York :Haworth,1985 Lokasi lantai 3 koleksi map dan audio visual 88. Judul Ilmu Perpustakaan Seri Penerbitan, no. 2 Penerbit Yogyakarta : Pusdiklat Perpustakaan IKIP Yogyakarta, 1976- 89. Judul Sikap karir pustakawan wanita : Survei di Perpustakaan Nasional RI. / Erlina Inderasari Subyek Wanita dalam profesi Penerbit 2004 Deskripsi Fisik xviii, 237 lembar ; 30 cm. 90. Judul Buku: Katalog Pameran : tokoh nasional koleksi perpustakaan nasional R Penyusun : Sri Sumekar, Perpustakaan Nasional RI; 2001. ISBN: 979-9316-44- Kategori: PERPUSTAKAAN NASIONAL RI – KATALOG 91. Judul Buku: Kamus Istilah Perpustakaan dan Dokumentasi Penyusun; Nurtadi Magetsari, Pusat Pembinaan Pengembangan Bahasa; 1992. ISBN: 979-459-244-7. Kategori: PERPUSTAKAAN-KAMUS 92. Judul Buku: Libraries & Computers in the 1980s : A Report to the Nation Dan Eaves, Australian Library Promotion Council; 1982. ISBN: 0-909739-20-X. Kategori: Perpustakaan 93. Judul Buku: Library history : outlines of modern librarianship James G. Olle, Clive Bingley Ltd; 1979. ISBN: 0-85157-271-5. Kategori: PERPUSTAKAAN – SEJARAH 94. Judul Buku: Library Literature 1967-1969 : An Index To Library and Information Science Edited by : Jane A Stevens, HW Wilson Company; 1970 Kategori: BIBLIOGRAFI – PERPUSTAKAAN 95. Judul Buku: Library work with young people : An Examintaion guidebook Stella Pinches, F W Cheshire; 1967 Kategori: KEGIATAN PERPUSTAKAAN 96. Judul Buku: Managing acquisitions in library and information services Liz Chapman, Library Assocation Publishing; 2001. ISBN: 1-85604-386-X. Kategori: PENGADAAN DI PERPUSTAKAAN 97. Judul Buku: Managing outsourcing in library and information services Sheila Pantry, Peter Griffiths, Facet Publishing; 2004. ISBN: 1-85604-543. Kategori: TEKNISI PERPUSTAKAAN 98. Judul Buku: Marketing the library Carolyn Johnson, Queensland Library Promotion Council; 1985. ISBN: 0-9589852-0- 0. Kategori: PROMOSI PERPUSTAKAAN 99. Judul Buku: Moving your library Andrew McDonald, Aslib; 1994. ISBN: 085-142-3280. Kategori: ILMU PERPUSTAKAAN 100. Judul Buku: Pedoman perpustakaan masjid M. Kailani Eryono, A. Azis Batjo, UI Press; 1985 Kategori: PERPUSTAKAAN MASJID 101. Judul Buku: Perpustakaan dan masyarakat Sutarno NS, Sagung Seto; 2006. ISBN: 979-461-463-7. Kategori: ILMU PERPUSTAKAAN 102. Judul Buku: Perpustakaan Digital Kesinambungan & Dinamika Putu Laxman Pendit, Cita Karyakarsa Mandiri; 2009. ISBN: 978-979-16952-2-0. Kategori: PERPUSTAKAAN DIGITAL INDEKS JUDUL A An Introduction to the world of children's books 17 Asian Digital Libraries 20 Audiovisual di perpustakaan 3 Automating library procedurs 20 B Baca 4 belajar komputer Microsoft Exel 2002 21 Building bridges 20 Buletin Sangkakala 6 Bultin Perpustakaan Universitas Airlangga : media informasi dan komunikasi kepustakawanan 6 C Computer Related 20 D Daftar karya cetak dan karya rekam koleksi Perpustakaan Nasional RI dalam rangka pelaksanaan undang-undang nomor 4 tahun 1990 8, 14 Developing academic library staff for future sources 20 Direktori Pejabat Fungsional Pustakawan Indonesia 10 F forum komunikasi perpustakaan perguruan tinggi negeri 3 I Ilmu Perpustakaan 23, 24 Ilmu perpustakaan dan profesi pustakawan / Dian Sinaga 23 Index Medicus For WHO 18 Indexes and Indexing 17 Indonesian Index Medicus 1975-1979 18 Information retrival and digital libraries 22 Introduction to library and information 22 I-Schools dan Kurikulum yang Ditawarkan, Termasuk Informatika Sosial 15 K Kamus istilah perpustakaan dan dokumentasi 6 Kamus Istilah Perpustakaan dan Dokumentasi 24 Karakteristik kewirausahaan Perpustakaan : studi kasus Perpustakaan 2 Katalog Majalah Terbitan Indonesia : Koleksi Perpustakaan Nasional 8 Katalog Pameran 24 Katalog Pameran : tokoh nasional koleksi perpustakaan nasional RI 11 Katalog Peta Jawa dan Madura : Koleksi Perpustakaan Nasional RI 12 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989 : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1990 10 KUM 22 L Lentera Indonesia 1 19 Lentera Indonesia 3 18 Libraries & Computers in the 1980s 25 Libraries in the '80s :papers in honor 24 Library history 25 Library in society 22 Library Literature 25 Library work with young people 25 Liputan Perpustakaan dalam surat kabar di Indonesia 5 Literature For Young Children 17 M majalah jaringan informasi antar perpustakaan 3 Management of library 23 Managing acquisitions in library and information services 25 Marketing the library 25 Media informasi 6 Media Komunikasi 2 Mengelola perpustakaan : Tata kerja pengolahan, penyimpanan dan penyusunan buku dengan kartu-kartu katalognya di perpustakaan 11 Mengenal ISBN 16 Menggunakan perpustakaan 6 Moving your library 25 P Pedoman perpustakaan masjid 26 Pedoman praktis komputerisasi perpustakaan sekolah 22 Pedoman praktis mencari informasi 22 Pelayanan perpustakaan : Tatakerja pelayanan sirkulasi (melayani peminjaman dan pengembalian buku) di perpustakaan 12 Pelestarian Materi Digital (Digital Preservation 16 Pemanfaatan Alih Media Untuk Pengembangan 14 Penelitian ilmu perpustakaan dan informasi 3 Pengantar ilmu dokumentasi 22 Pengantar Ilmu Perpustakaan 22 Pengantar ke organisasi dan administrasi perpustakaan di Indonesia 23 Pengelolaan Perpustakaan Sekolah 13 Penguasaan bidang ilmu tertentu non perpustakaan dan pemanfaatannya oleh pustakawan universitas untuk meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan 4 Pengukuran kinerja perpustakaan 2 Peran Pustakawan Dalam Disseminasi Informasi Kepada Peneliti via Jurnal Elektronik Lokal: Kasus Perpustakaan IPB 14 Perpustakaan : energi pembangunan bangsa 5 Perpustakaan dan Kepustakaan 22 Perpustakaan dan masyarakat 3, 22, 26 Perpustakaan digital : Perspektif perpustakaan perguruan tinggi Indonesia 8 Perpustakaan Digital Kesinambungan & Dinamika 26 Perpustakaan Nasional RI 23 Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah : Pengelolaan Perpustakaan Sekolah 7 Perpustakaan Sekolah : petunjuk untuk membina memakai dan memelihara perpustakaan di sekolah 9 Perspektif perpustakaan perguruan tinggi Indonesia 13 Petunjuk teknis pelaksanaan pembuatan/pengetikan kartu-kartu katalog 22 Pola produktivitas pengarang artikel bidang ilmu perpustakaan dan informasi di indonesia tahun 1978-2007 analisa bibliometrika menggunakan hukum lotka 5 Psikologi Perpustakaan 22 Pustakawan Teladan Asal Pulau Dewata Bali Menuju Istana 16 R Reference service 22 Revitalisasi budaya melalui pemberdayaan Perpustakaan Nasional RI 23 S sastra Indonesia 21 Sekilas perpustakaan instansi 5 Seperempat abad Perpustakaan Nasional 1980-2005 19 Sikap karir pustakawan wanita : Survei di Perpustakaan Nasional RI 24 Sikap pustakawan terhadap penentuan kata utama tajuk nama pengarang 24 Sistem komputerisasi di perpustakaan 3 Staff management in library 23 Strategi menuju perpustakaan yang maju 23 T Tajuk nama pengarang Indonesia 24 Terbitan berseri Indonesia bidang ilmu perpustakaan dan informasi 4 TERBITAN ELEKTRONIK DALAM KAITANNYA DENGAN UNDANG-UNDANG Nomor 4 1990 15 The Development Of Islamic Library Collections In Western Europe and North America 19 The intellectual foundations of library educations 2 Tips for Academic Libraries 20 W Warta Perpustakaan : sarana komunikasi dan informasi pengembangan perpustakaan 4 INDEKS PENGARANG ; ; Nurtadi Magetsari 24 A Abdurahman 16 Andrew McDonald 25 Ari Imansyah 2 Astutiningtyas, Ratri 22 Australian Library 24 C Carolyn Johnson 25 D Diem, Chuzaimah 5 Don R. Swanson 2 E Effendi, Usman 21 Erlina Inderasari 24 G Ginting, Maria 4 Gunardo 4 H Hernandono 22 Hurip 5 I Ilmu Perpustakaan 23 Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc. 14 J James G. Olle, Clive Bingley 24 Jane A Stevens, HW Wilson Company 24 Joan L Glazer 17 Jones, Noragh; Peter, Jordan 22 K Keller, Dean H 23 L Liz Chapman 24 M Magetsari, Nurhaidi 6 Malang : Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri 3 Malta Nelisa 4, 5 Margaret R.Marshall 16 Minanuddin 23 N Nasution A.S 9 Nita Ismayati 16 Nursalam, Toha 22 P P. Sumardji 10, 12 Pedoman perpustakaan masjid 25 Pendit, Putu Laxman 3 Pengantar Ilmu Perpustakaan 22 Permana, Budi 21 Perpustakaan dan masyarakat 3 Perpustakaan ITS 2 Perpustakaan Nasional 22 Perpustakaan Nasional RI 8, 9, 10, 11, 13, 21 Perpustakaan UGM 6 Pertiwi, Sri Endah 2, 3 Priyadi, A.; Ismuadi 22 Pudjiharti 16 Pusat jasa perpustakaan 3 Pusdiklat Perpustakaan IKIP Yogyakarta 23 Putu Laxman Pendit 8, 12, 25 R Robert L Collison 17 Rogers, A. Robert 22 Rouse, William B 22 S SEAMIC - IMF Japan 17 Sharma, S.K 21 Sheila Pantry, Peter Griffiths 25 SINAGA, Dian 23 Siregar, A. Ridwan 5 Sobri, Halim 3 Sri Hartinah 14 Sri Sumekar 11 Sri Sumekar, Perpustakaan Nasional RI 24 Stella Pinches, F W Cheshire 24 Stephen Roman 19 Suherman 7, 13 Sukarman Kertosedono 19 Sukirno ; Wahyuni, Hermin Indah 5 Sulistyo-Basuki 15 Sulistyowati, E. Yani 2 Sumardji, P 21 Sutarno 21 Sutarno NS, Sagung Seto 25 Sutono, Urip 23 T Tim BIPA Pusat Bahasa 18 Totterdell, Anne 22 Trimo, Soejono 21 U Universitas Airlangga 6 Upadhaya, J.L 22 W World Health Organization 18 Y Yogyakarta : UPT Perpustakaan Universitas 4 Yusuf, Pawit M 22 , 1976-

Peradaban Islam

Peradaban Islam Umat Islam di Spanyol telah mencapai kejayaan yang gemilang, banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan juga dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks, terutama dalam hal kemajuan intelektual. Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa, dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks. 1. Kemajuan Intelektual Spanyol adalah negeri yang subur. Kesuburan itu mendatangkan penghasilan ekonomi yang tinggi dan pada gilirannya banyak menghasilkan pemikir. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan), al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Muzareb yang berbudaya Arab, dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir, memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalus yang melahirkan Kebangkitan Ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol. a. Filsafat Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abdurrahman (832-886 M). Atas inisiatif al-Hakam (961-976 M), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin dinasti Bani Umayyah di Spanyol ini merupakan persiapan untuk melahirkan filosof-filosof besar pada masa sesudahnya. Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Dilahirkan di Saragosa, ia pindah ke Sevilla dan Granada. Meninggal karena keracunan di Fez tahun 1138 M dalam usia yang masih muda. Seperti al-Farabi dan Ibn Sina di Timur, masalah yang dikemukakannya bersifat etis dan eskatologis. Magnum opusnya adalah Tadbir al-Mutawahhid. Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asy, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi dan filsafat. Karya filsafatnya yang sangat terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan. Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Ibn Rusyd dari Cordova. Ia lahir tahun 1126 M dan meninggal tahun 1198 M. Ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah-naskah Aristoteles dan kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli fiqh dengan karyanya Bidayah al- Mujtahid. b. Sains IImu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Abbas ibn Famas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ialah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahmad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Umm al-Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita. Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal, Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina. Ibn al-Khatib (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibn Khaldun dari Tunis adalah perumus filsafat sejarah. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol, yang kemudian pindah ke Afrika. Itulah sebagian nama-nama besar dalam bidang sains. c. Fiqh Dalam bidang fiqh, Spanyol Islam dikenal sebagai penganut mazhab Maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini di sana adalah Ziad ibn Abdurrahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi Qadhi pada masa Hisyam Ibn Abdurrahman. Ahli-ahli Fiqh lainnya diantaranya adalah Abu Bakr ibn al-Quthiyah, Munzir Ibn Sa’id al-Baluthi dan Ibn Hazm yang terkenal. d. Musik dan Kesenian Dalam bidang musik dan suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan Ibn Nafi yang dijiluki Zaryab. Setiap kali diselenggarkan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai penggubah lagu. Ilmu yang dimiliknya itu diturunkan kepada anak-anaknya baik pria maupun wanita, dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas. e. Bahasa dan Sastra Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang Islam dan non-Islam. Bahkan, penduduk asli Spanyol menomorduakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa. Mereka itu antara lain: Ibn Sayyidih, Ibn Malik pengarang Aljiyah, Ibn Khuruf, Ibn al-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan al-Ghamathi. Seiring dengan kemajuan bahasa itu, karya-karya sastra bermunculan, seperti Al-’Iqd al-Farid karya Ibn Abd Rabbih, al-Dzakhirahji Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibn Bassam, Kitab al-Qalaid buah karya al-Fath ibn Khaqan, dan banyak lagi yang lain. 2. Kemegahan Pembangunan Fisik Aspek-aspek pembangunan fisik yang mendapat perhatian ummat Islam sangat banyak. Dalam perdagangan, jalan-jalan dan pasar-pasar dibangun. Bidang pertanian demikian juga. Sistem irigasi baru diperkenalkan kepada masyarakat Spanyol yang tidak mengenal sebelumnya. Dam-dam, kanal-kanal, saluran sekunder, tersier, dan jembatan-jembatan air didirikan. Tempat-tempat yang tinggi, dengan begitu, juga mendapat jatah air. Orang-orang Arab memperkenalkan pengaturan hidrolik untuk tujuan irigasi. Kalau dam digunakan untuk mengecek curah air, waduk (kolam) dibuat untuk konservasi (penyimpanan air). Pengaturan hydrolik itu dibangun dengan memperkenalkan roda air (water wheel) asal Persia yang dinamakan naurah (Spanyol: Noria). Disamping itu, orang-orang Islam juga memperkenalkan pertanian padi, perkebunan jeruk, kebun-kebun dan taman-taman. Industri, disamping pertanian dan perdagangan, juga merupakan tulang punggung ekonomi Spanyol Islam. Diantaranya adalah tekstil, kayu, kulit, logam, dan industri barang-barang tembikar. Namun demikian, pembangunan-pembangunan fisik yang paling menonjol adalah pembangunan gedung-gedung, seperti pembangunan kota, istana, masjid, pemukiman, dan taman-taman. Diantara pembangunan yang megah adalah masjid Cordova, kota al-Zahra, Istana Ja’fariyah di Saragosa, tembok Toledo, istana al-Makmun, masjid Seville, dan istana al-Hamra di Granada. a. Cordova a. Cordova adalah ibu kota Spanyol sebelum Islam, yang kemudian diambil alih oleh Bani Umayyah. Oleh penguasa muslim, kota ini dibangun dan diperindah. Jembatan besar dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota. Taman-taman dibangun untuk menghiasi ibu kota Spanyol Islam itu. Pohon-pohon dan bunga-bunga diimpor dari Timur. Di seputar ibu kota berdiri istana-istana yang megah yang semakin mempercantik pemandangan, setiap istana dan taman diberi nama tersendiri dan di puncaknya terpancang istana Damsik. Diantara kebanggaan kota Cordova lainnya adalah masjid Cordova. Menurut ibn al-Dala’i, terdapat 491 masjid di sana. Disamping itu, ciri khusus kota-kota Islam adalah adanya tempat-tempat pemandian. Di Cordova saja terdapat sekitar 900 pemandian. Di sekitarnya berdiri perkampungan-perkampungan yang indah. Karena air sungai tak dapat diminum, penguasa muslim mendirikan saluran air dari pegunungan yang panjangnya 80 Km. b. Granada Granada adalah tempat pertahanan terakhir ummat Islam di Spanyol. Di sana berkumpul sisa-sisa kekuatan Arab dan pemikir Islam. Posisi Cordova diambil alih oleh Granada di masa-masa akhir kekuasaan Islam di Spanyol. Arsitektur-arsitektur bangunannya terkenal di seluruh Eropa. Istana al-Hamra yang indah dan megah adalah pusat dan puncak ketinggian arsitektur Spanyol Islam. Istana itu dikelilingi taman-taman yang tidak kalah indahnya. Kisah tentang kemajuan pembangunan fisik ini masih bisa diperpanjang dengan kota dan istana al-Zahra, istana al-Gazar, menara Girilda dan lain-lain. 3. Faktor-faktor Pendukung Kemajuan Spanyol Islam, kemajuannya sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan umat Islam, seperti Abdurrahman al-Dakhil, Abdurrahman al-Wasith dan Abdurrahman al-Nashir. Keberhasilan politik pemimpin-pemimpin tersebut ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa-penguasa lainnya yang memelopori kegiatan-kegiatan ilmiah yang terpenting diantara penguasa dinasti Umayyah di Spanyol dalam hal ini adalah Muhammad ibn Abdurrahman (852-886) dan al-Hakam II al-Muntashir (961-976). Toleransi beragama ditegakkan oleh para penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehingga mereka ikut berpartisipasi mewujudkan peradaban Arab Islam di Spanyol. Untuk orang-orang Kristen, sebagaimana juga orang-orang Yahudi, disediakan hakim khusus yang menangani masalah sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing. Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk, terdiri dari berbagai komunitas, baik agama maupun bangsa. Dengan ditegakkannya toleransi beragama, komunitas-komunitas itu dapat bekerja sama dan menyumbangkan kelebihannya masing masing. Meskipun ada persaingan yang sengit antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol, hubungan budaya dari Timur dan Barat tidak selalu berupa peperangan. Sejak abad ke-11 M dan seterusnya, banyak sarjana mengadakan perjalanan dari ujung barat wilayah Islam ke ujung timur, sambil membawa buku-buku dan gagasan-gagasan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun umat Islam terpecah dalam beberapa kesatuan politik, terdapat apa yang disebut kesatuan budaya dunia Islam. Perpecahan politik pada masa Muluk al- Thawa’if dan sesudahnya tidak menyebabkan mundurnya peradaban. Masa itu, bahkan merupakan puncak kemajuan ilmu pengetahuan, kesenian, dan kebudayaan Spanyol Islam. Setiap dinasti (raja) di Malaga, Toledo, Sevilla, Granada, dan lain-lain berusaha menyaingi Cordova. Kalau sebelumnya Cordova merupakan satu-satunya pusat ilmu dan peradaban Islam di Spanyol, Muluk al Thawa’if berhasil mendirikan pusat-pusat peradaban baru yang diantaranya justru lebih maju.